Mubes Ciganjur

Percepatan Muktamar NU sebagai Jalan Pemulihan Organisasi

bahasakita.id – Musyawarah Besar (Mubes) Warga Nahdlatul Ulama yang digelar di kediaman Abdurrahman Wahidatau Gus Dur, Ciganjur, Jakarta Selatan, Ahad (21/12/2025), mendorong percepatan Muktamar NU untuk mengakhiri konflik elite di tubuh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Forum menilai konflik berkepanjangan telah menggeser orientasi NU dari khidmah utamanya sebagai jam’iyyah diniyyah ijtima’iyyah. Energi organisasi terserap pada perseteruan internal, sementara agenda pemberdayaan umat, pendidikan, dan layanan sosial terhambat.

Dinamika PBNU akhir-akhir ini telah mengalihkan energi NU dari khidmah utamanya,” ujar Ketua Komisi Rekomendasi Mubes, Marzuki Wahid, saat membacakan seruan moral, Ahad (21/12/2025).

Landasan Etik dan Konstitusional

Mubes menegaskan percepatan Muktamar ke-35 NU diperlukan untuk mencegah polarisasi berkepanjangan dan potensi sengketa hukum. Kaidah dar’ul mafâsidi muqaddamun ‘alâ jalbil mashâlih dijadikan rujukan etik untuk mengakhiri konflik sebelum menimbulkan mudarat yang lebih luas.

Agar memiliki legitimasi organisasi, muktamar dipandang perlu diselenggarakan dan disahkan oleh Rais Aam serta Ketua Umum mandataris Muktamar ke-34 Lampung, dengan panitia hasil rekomendasi Mustasyar PBNU.

Alternatif MLB

Jika percepatan tidak tercapai, Mubes mendorong penyelenggaraan Muktamar Luar Biasa sesuai AD/ART NU. Seluruh persoalan internal diminta dibahas secara terbuka dalam forum tertinggi organisasi.

Mubes juga menyerukan agar muktamirin tidak memilih figur yang terlibat langsung dalam konflik, serta mengembalikan mekanisme kepemimpinan pada kearifan masyâyikh secara partisipatif dan bebas intervensi.***