Presiden Prabowo Subianto Dan Presiden Prancis, Emmanuel MacronPresiden Prabowo Subianto melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Prancis, Emmanuel Macron di Istana Élysée, Prancis

Bahasa Kita – Kebijakan bahasa asing di sekolah kembali menjadi perhatian setelah Presiden Prabowo Subianto mendorong pembelajaran bahasa Prancis di Indonesia. Pernyataan tersebut memunculkan tanggapan dari PDI Perjuangan.

Ketua DPP PDIP Djarot Saiful Hidayat menilai penentuan bahasa asing dalam kurikulum sekolah tidak bisa dilakukan secara mendadak.

Menurutnya, pemerintah harus melakukan kajian menyeluruh sebelum menetapkan bahasa tertentu sebagai pelajaran di sekolah.

Maka perlu kajian secara mendalam, bahasa-bahasa asing yang harus dikuasai oleh anak-anak kita itu apa,” ujar Djarot.

Sebelumnya, Prabowo mengatakan dirinya telah menginstruksikan seluruh tingkatan sekolah di Indonesia mulai mempelajari bahasa Prancis.

Bahasa Prancis Dinilai Penting tetapi Bukan Satu-satunya

Djarot mengakui bahasa Prancis memiliki nilai penting dalam pendidikan internasional.

Namun menurutnya, pemerintah tetap harus menentukan prioritas berdasarkan kebutuhan dunia pendidikan dan pasar kerja.

Dalam pandangannya, bahasa Inggris dapat ditempatkan sebagai pelajaran wajib.

Sementara bahasa lain dapat diberikan sebagai pilihan sesuai kebutuhan sekolah.

  • Bahasa Prancis
  • Bahasa Jepang
  • Bahasa Mandarin
  • Bahasa Spanyol
  • Bahasa Portugis
  • Bahasa Belanda

Yang menarik, Djarot meminta kementerian dan sekolah ikut menentukan kebutuhan bahasa asing yang relevan.

Artinya, keputusan tidak hanya berasal dari pusat pemerintahan.

Instruksi Presiden Dinilai Tak Selalu Cocok untuk Pendidikan

Djarot menilai pola pengambilan keputusan satu arah perlu diubah.

Ia mengatakan pemerintah daerah serta pelaksana pendidikan juga harus didengar.

Djarot Saiful Hidayat
Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan, Djarot Saiful Hidayat

Bawah ini kan juga harus didengarkan,” katanya.

Dalam konteks tersebut, ia mencontohkan program Koperasi Desa Merah Putih.

Menurutnya, program itu terlihat dipaksakan dari atas tanpa memperhatikan kondisi daerah.

Ia menyebut koperasi seharusnya tumbuh dari kebutuhan anggota masyarakat.

Di waktu yang sama, pemerintah daerah justru menghadapi tekanan anggaran akibat kebijakan tersebut.

Djarot juga menyoroti risiko penggunaan lahan terbuka hijau untuk pembangunan gerai koperasi.

Prabowo Sebut Hubungan Indonesia dan Prancis Semakin Erat

Pernyataan mengenai bahasa Prancis disampaikan Prabowo saat bertemu Presiden Prancis Emmanuel Macron di Paris.

Prabowo mengatakan hubungan Indonesia dan Prancis saat ini berjalan sangat baik.

Menurutnya, kedua negara memiliki kesamaan pandangan dalam sejumlah isu internasional.

Kerja sama Indonesia dan Prancis disebut berkembang di berbagai bidang.

  • Pertahanan
  • Pendidikan
  • Sains dan teknologi

Di bidang pertahanan, hubungan kita sangat baik,” ujar Prabowo.

Tak berhenti di situ, Prabowo juga menyampaikan pentingnya peningkatan kerja sama pendidikan.

Ia menilai pembelajaran bahasa Prancis di sekolah Indonesia penting untuk menghadapi perkembangan global.

Yang jadi sorotan, wacana tersebut kemudian memicu diskusi lebih luas mengenai arah kebijakan bahasa asing dalam sistem pendidikan nasional.