Bahaya Menahan BABBahaya menahan BAB terlalu sering meliputi konstipasi, wasir, gangguan rektum, hingga perubahan tekstur feses. jaga kesehatan saluran cerna.

Bahaya menahan BAB terlalu sering tidak boleh dianggap sepele. Ahli gastroenterologi menjelaskan kebiasaan ini dapat memicu konstipasi, wasir, gangguan fungsi rektum, hingga perubahan tekstur feses yang membuat buang air besar semakin sulit.

Bahaya menahan BAB terlalu sering menjadi perhatian para ahli kesehatan saluran cerna. Meski sesekali menunda buang air besar tidak selalu menimbulkan masalah, kebiasaan tersebut dapat mengganggu fungsi usus apabila dilakukan berulang dalam jangka panjang.

Dokter gastroenterologi Dr. Supriya Rao menjelaskan bahwa feses yang tertahan lebih lama di usus besar akan kehilangan lebih banyak kandungan air. Akibatnya, feses menjadi lebih keras sehingga proses buang air besar berikutnya terasa lebih sulit dan tidak nyaman.

Selain itu, kebiasaan mengabaikan dorongan BAB dapat memicu konstipasi atau sembelit. Kondisi ini ditandai dengan frekuensi buang air besar yang semakin jarang disertai feses yang keras dan kering.

Menahan BAB Berulang Dapat Ganggu Fungsi Usus

Menurut Dr. Carmen Fong, FACS, usus besar memiliki kemampuan menyerap air secara sangat efisien. Karena itu, semakin lama feses berada di dalam usus, semakin keras teksturnya sehingga seseorang harus mengejan lebih kuat saat buang air besar.

Menahannya terlalu sering menyebabkan siklus sembelit, tubuh mulai mengabaikan sinyal buang air besar sama sekali, yang menyebabkan penumpukan tinja di usus besar,” ujar Dr. Carmen Fong.

Sementara itu, Dr. Rao menjelaskan bahwa kebiasaan tersebut juga dapat mengurangi sensitivitas rektum. Jika dorongan BAB terus diabaikan, sinyal dari saraf menuju otak menjadi kurang efektif sehingga tubuh semakin sulit mengenali waktu yang tepat untuk buang air besar.

Dalam praktiknya, kondisi tersebut meningkatkan risiko konstipasi kronis, gangguan fungsi rektum, hingga munculnya wasir atau hemoroid. Feses yang keras membuat seseorang perlu mengejan lebih kuat, yang menjadi salah satu faktor risiko pembengkakan pembuluh darah di sekitar anus.

Selain menyebabkan wasir, penumpukan feses keras juga dapat memicu impaksi feses. Pada kondisi ini, feses cair dapat merembes melewati sumbatan sehingga meningkatkan risiko inkontinensia feses.

Para ahli menyarankan agar segera ke toilet ketika muncul dorongan BAB. Selain itu, waktu duduk di toilet sebaiknya dibatasi sekitar dua hingga lima menit. Pola makan tinggi serat, kecukupan cairan, dan aktivitas fisik juga membantu menjaga kelancaran buang air besar.

Dr. Supriya Rao mengingatkan agar segera berkonsultasi dengan dokter apabila konstipasi berlangsung selama tiga minggu atau lebih, muncul nyeri perut hebat, mual, darah pada feses, penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas, atau terjadi perubahan mendadak pada pola BAB.