Bandara NotohadinegoroBandara Notohadinegoro Jadi Gerbang Investasi

Bahasa Kita – Bandara Notohadinegoro tidak lagi diproyeksikan hanya sebagai sarana transportasi domestik bagi masyarakat Jember. Pemerintah Kabupaten Jember kini menyiapkan Bandara Notohadinegoro sebagai gerbang konektivitas yang mampu mendukung investasi, mobilitas masyarakat, hingga pelayanan ibadah umrah.

Langkah tersebut menjadi fokus terbaru setelah dibukanya kembali penerbangan Jember-Surabaya melalui maskapai Wings Air pada 1 Juni 2026. Melalui pengembangan tersebut, Pemkab Jember ingin memperluas akses daerah ke berbagai pusat ekonomi nasional dan bahkan membuka peluang konektivitas internasional.

Bupati Jember Muhammad Fawait atau Gus Fawait menegaskan bahwa pengembangan Bandara Notohadinegoro merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Bandara Notohadinegoro Disiapkan untuk Konektivitas Lebih Luas

Saat ini, Bandara Notohadinegoro telah terhubung dengan sejumlah kota penting. Setelah sebelumnya terkoneksi dengan Jakarta dan Bali, kini Jember kembali memiliki akses penerbangan menuju Surabaya.

Lebih jauh, Pemkab Jember tidak berhenti pada pembukaan rute domestik tersebut. Sebaliknya, pemerintah daerah menargetkan Bandara Notohadinegoro menjadi pintu penghubung menuju berbagai kota besar di Indonesia.

Selain itu, pemerintah juga membuka peluang konektivitas ke sejumlah destinasi internasional. Salah satu yang menjadi perhatian adalah Kuala Lumpur yang selama ini menjadi salah satu titik transit perjalanan umrah masyarakat Indonesia.

Ini bukan hanya urusan Jember ke Surabaya. Tapi ini adalah urusan Jember ke seluruh kota di Indonesia dan juga bahkan ke beberapa negara seperti Kuala Lumpur,” ujar Gus Fawait.

Muhammad Fawait
Bupati Jember Muhammad Fawait atau Gus Fawait

Bandara Notohadinegoro Didorong Mendukung Akses Umrah

Di sisi lain, pengembangan Bandara Notohadinegoro juga berkaitan dengan kebutuhan pelayanan ibadah masyarakat.

Menurut Pemkab Jember, kabupaten tersebut menjadi salah satu penyumbang jemaah umrah terbesar di Jawa Timur. Karena itu, akses transportasi udara yang lebih mudah dinilai sangat penting.

Dengan adanya konektivitas penerbangan yang semakin luas, masyarakat Jember dapat menikmati perjalanan yang lebih efisien menuju kota-kota penghubung penerbangan internasional.

Sementara itu, Gus Fawait menjelaskan bahwa kehadiran rute Jember-Surabaya dapat mempermudah masyarakat yang akan melanjutkan perjalanan menuju Makkah, Madinah, maupun Jeddah.

Konektivitas ini akan mempermudah masyarakat yang mau beribadah ke Tanah Suci melalui penerbangan direct Jember–Surabaya,” katanya.

Pemkab Jember Optimalkan Potensi Bandara Daerah

Yang menarik, Bandara Notohadinegoro memiliki posisi yang berbeda dibandingkan sejumlah bandara lain di Jawa Timur.

Bandara tersebut dikelola langsung oleh Pemerintah Kabupaten Jember. Karena itu, pemerintah daerah memiliki ruang lebih besar untuk mengembangkan layanan sesuai kebutuhan masyarakat dan arah pembangunan daerah.

Menurut Gus Fawait, ukuran fisik bandara bukan menjadi faktor utama dalam pengembangan transportasi udara. Sebaliknya, aktivitas penerbangan yang aktif dan berkelanjutan menjadi indikator yang lebih penting.

Karena itu, Pemkab Jember terus mendorong peningkatan frekuensi penerbangan dan perluasan jaringan rute.

Tak hanya itu, pemerintah daerah juga berharap konektivitas yang semakin baik dapat menarik minat investor untuk menanamkan modal di Jember.

Pengembangan Bandara Notohadinegoro Diharapkan Perkuat Ekonomi Daerah

Dalam konteks pembangunan daerah, keberadaan Bandara Notohadinegoro dipandang sebagai infrastruktur strategis yang mampu mempercepat pergerakan manusia, barang, dan investasi.

Akibatnya, peluang usaha baru dapat tumbuh lebih cepat seiring meningkatnya aksesibilitas wilayah.

Selain mendukung sektor investasi, pengembangan bandara juga diharapkan membuka lapangan kerja baru serta memperkuat pertumbuhan ekonomi lokal.

Dengan visi tersebut, Pemkab Jember menempatkan Bandara Notohadinegoro sebagai salah satu instrumen penting dalam mendorong daya saing daerah di tingkat nasional maupun internasional.