Bisul sepsisBisul yang Membesar dan Demam Bisa Jadi Tanda Sepsis

Bahasa Kita – Bisul sering dianggap masalah kulit ringan yang dapat sembuh sendiri. Padahal, dalam kondisi tertentu, infeksi pada bisul bisa menyebar dan memicu komplikasi serius seperti sepsis.

Bisul merupakan infeksi pada folikel rambut atau kelenjar minyak di kulit. Kondisi ini umumnya disebabkan oleh infeksi bakteri.

Gejala bisul biasanya berupa benjolan merah yang terasa nyeri dan berisi nanah.

Sebagian besar bisul memang dapat membaik dengan perawatan sederhana di rumah.

Namun pada kenyataannya, bisul yang tidak ditangani dengan tepat berisiko menyebabkan infeksi menyebar ke jaringan tubuh maupun aliran darah.

Bisul Bisa Memicu Infeksi Berat

Dalam dunia medis, infeksi yang menyebar akibat bisul dapat berkembang menjadi sepsis.

Sepsis merupakan kondisi ketika tubuh memberikan respons berlebihan terhadap infeksi hingga merusak jaringan dan organ tubuh sendiri.

Jika tidak segera ditangani, kondisi ini dapat berkembang menjadi syok septik hingga gagal organ.

Yang jadi sorotan, gejala awal sepsis sering menyerupai penyakit lain sehingga kerap terlambat dikenali.

Pada orang dewasa, kondisi ini bisa dimulai dengan keluhan ringan lalu memburuk dalam waktu cepat.

Beberapa gejala yang perlu diwaspadai antara lain:

  • Napas cepat atau sesak
  • Detak jantung meningkat
  • Demam atau suhu tubuh terlalu rendah
  • Tubuh sangat lemas
  • Nyeri otot dan sakit kepala
  • Kebingungan atau bicara pelo

Selain itu, penderita juga dapat mengalami mual, muntah, diare, hingga jumlah urine yang berkurang.

Dalam beberapa kasus, muncul perubahan warna atau bercak pada kulit.

Tanda Bisul Harus Segera Diperiksakan

Tidak semua bisul memerlukan penanganan medis darurat. Namun ada sejumlah kondisi yang perlu mendapat perhatian khusus.

Segera periksa ke dokter jika muncul banyak bisul sekaligus atau bisul tampak berkelompok.

Bisul yang cepat membesar dan terasa semakin nyeri juga perlu diwaspadai.

Di sisi lain, munculnya demam dapat menjadi tanda infeksi mulai menyebar.

Bisul di area wajah termasuk kondisi yang perlu perhatian lebih karena berdekatan dengan mata dan jaringan penting lainnya.

Yang kerap luput diperhatikan, bisul yang tidak sembuh setelah dua minggu atau sering kambuh juga perlu diperiksa.

Dokter biasanya akan memeriksa kondisi bisul secara langsung.

Dalam praktiknya, sampel nanah kadang diambil untuk pemeriksaan laboratorium.

Pemeriksaan Penting untuk Menentukan Antibiotik

Pemeriksaan laboratorium dilakukan untuk mengetahui jenis bakteri penyebab infeksi.

Hasil pemeriksaan membantu dokter menentukan antibiotik yang paling efektif.

Sebab, beberapa bakteri penyebab bisul diketahui sudah kebal terhadap antibiotik tertentu.

Artinya, pengobatan harus disesuaikan agar infeksi dapat ditangani dengan tepat.

Selain pengobatan, menjaga kebersihan tubuh juga penting untuk mencegah infeksi semakin berat.

Cara Mengurangi Risiko Infeksi dari Bisul

Salah satu langkah utama ialah rutin mencuci tangan menggunakan sabun.

Jika tidak tersedia sabun, hand sanitizer dapat membantu mengurangi penyebaran bakteri.

Luka kecil seperti goresan dan sayatan juga perlu dijaga tetap bersih serta kering.

Tak hanya itu, hindari berbagi barang pribadi seperti handuk, pakaian, sikat gigi, dan pisau cukur.

Bakteri penyebab bisul dapat menyebar melalui benda-benda tersebut.

Menjaga daya tahan tubuh juga menjadi bagian penting dalam mencegah komplikasi infeksi.

Caranya dengan rutin berolahraga, cukup tidur, dan mengonsumsi makanan bergizi.

Buah serta sayuran yang kaya vitamin A, C, D, dan E dapat membantu menjaga kesehatan tubuh.

Dengan penanganan sejak awal, risiko bisul berkembang menjadi infeksi serius seperti sepsis dapat ditekan.


Referensi:

  • Clinical Cosmetic and Investigational Dermatology 7 – 2014
  • Nature Reviews Disease Primers 2, no. 1 – 2016