Ani SupaniKepala Pelaksana BPBD Kabupaten Ciamis Ani Supani.

BPBD Ciamis menyiapkan langkah antisipasi menghadapi musim kemarau 2026 dengan menyiagakan personel dan armada distribusi air bersih. Persiapan dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi jika kekeringan mulai meluas di sejumlah wilayah rawan.

BPBD Ciamis mulai memperkuat kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau yang diperkirakan mencapai puncaknya pada Agustus 2026. Salah satu fokus utama yang disiapkan adalah pelayanan distribusi air bersih bagi masyarakat yang terdampak kekeringan.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Ciamis Ani Supiani memastikan seluruh kebutuhan operasional dasar telah dipersiapkan. Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya mengantisipasi potensi berkurangnya ketersediaan air bersih di sejumlah daerah.

Sudah kami siapkan,” kata Ani Supiani, Rabu (10/6/2026).

Persiapan tersebut dilakukan setelah BPBD menerima informasi terkait prakiraan musim kemarau dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Berdasarkan laporan BMKG, musim kemarau 2026 mulai berlangsung sejak Mei meskipun beberapa wilayah masih sesekali diguyur hujan.

Dalam konteks tersebut, BPBD memilih mempercepat langkah mitigasi agar penanganan di lapangan dapat berjalan lebih efektif ketika kebutuhan air bersih meningkat.

Empat Truk Tangki Disiagakan untuk Distribusi Air

Sebagai bagian dari kesiapsiagaan, BPBD Ciamis telah menyiapkan armada khusus untuk mendukung distribusi air bersih.

Ani menjelaskan lembaganya menyiagakan empat unit truk tangki air yang dapat langsung diterjunkan ke lokasi terdampak apabila diperlukan.

Tak hanya itu, BPBD juga menjalin koordinasi dengan sejumlah instansi pendukung untuk memperkuat kapasitas pelayanan selama musim kemarau berlangsung.

Salah satu dukungan datang dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Ciamis yang siap membantu penyediaan kendaraan tambahan.

Dengan adanya dukungan tersebut, kapasitas distribusi air bersih diharapkan menjadi lebih optimal ketika permintaan masyarakat meningkat.

Selain menyiapkan armada, BPBD juga memastikan kesiapan personel yang akan bertugas di lapangan.

Menurut Ani, seluruh sumber daya yang tersedia telah masuk dalam skema siaga menghadapi kemungkinan terjadinya kekeringan di sejumlah kecamatan.

Koordinasi dengan Pemprov Jawa Barat Terus Berjalan

Selain mempersiapkan peralatan dan personel, BPBD Ciamis juga aktif melakukan koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Koordinasi tersebut bertujuan menyamakan langkah penanganan apabila dampak musim kemarau meluas ke berbagai daerah.

Dalam praktiknya, sinergi antarlembaga menjadi bagian penting dari strategi mitigasi bencana kekeringan.

Karena itu, BPBD memastikan komunikasi dengan pemerintah provinsi tetap berjalan selama musim kemarau berlangsung.

BPBD Ciamis juga koordinasi kesiapsiagaan yang dilakukan bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat,” ujar Ani.

Yang perlu digarisbawahi, koordinasi sejak awal dianggap penting untuk mempercepat respons ketika kebutuhan bantuan mulai muncul di masyarakat.

Belum Ada Laporan Kekurangan Air Bersih

Hingga saat ini, BPBD Ciamis belum menerima laporan mengenai kesulitan air bersih akibat musim kemarau.

Meski begitu, lembaga tersebut tetap mempertahankan status kesiapsiagaan karena kondisi cuaca dapat berubah dalam beberapa bulan ke depan.

Ani menegaskan masyarakat tidak perlu menunggu kondisi semakin parah untuk melaporkan kebutuhan air bersih.

Sebaliknya, warga yang mulai mengalami kesulitan dapat segera menghubungi BPBD agar bantuan dapat diproses lebih cepat.

Masyarakat dapat menyampaikan laporan melalui telepon ke petugas administrasi penanggulangan bencana. Selain itu, warga juga dapat mengajukan surat melalui pemerintah desa yang diketahui oleh camat setempat.

Telepon saja ke admin PB nanti disiapkan, terus kirim surat dari desa diketahui camat,” katanya.

Banjaranyar hingga Banjarsari Masuk Wilayah Rawan

Secara faktual, BPBD Ciamis telah melakukan pemetaan terhadap wilayah yang berpotensi terdampak kekeringan selama musim kemarau.

Hasil pemetaan menunjukkan beberapa kecamatan menjadi daerah yang hampir setiap tahun menghadapi persoalan ketersediaan air bersih.

Kecamatan Banjaranyar menjadi salah satu wilayah yang masuk kategori rawan. Selain itu, Kecamatan Pamarican dan Banjarsari juga tercatat sebagai daerah yang rutin mengalami kekeringan saat curah hujan menurun.

Berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, wilayah tersebut menjadi prioritas dalam penyusunan strategi distribusi air bersih.

Karena itu, BPBD Ciamis menempatkan kesiapsiagaan sebagai langkah utama untuk memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi selama musim kemarau 2026 berlangsung.