Daerah

Banjir Longsor Dairi Rusak 5 Hektare Lahan di Lae Ambat

banjir longsor Dairi
banjir longsor Dairi

Banjir longsor Dairi melanda Dusun V Sukumblin, Desa Lae Ambat, Kecamatan Silima Pungga-Pungga, Sumatera Utara, Jumat (23/10/2026) sekitar pukul 22.00 WIB. Hujan lebat memicu bencana tersebut, dan BPBD Dairi mencatat lima hektare lahan serta satu jembatan rusak tanpa korban jiwa.

Kejadian bermula ketika hujan deras mengguyur kawasan Silima Pungga-Pungga pada Jumat malam. Camat Edwin Nababan membenarkan peristiwa itu kepada AnalisaDaily. Ia menjelaskan bahwa curah hujan tinggi belakangan ini membuat tanah menjadi berat dan rawan bergerak.

Kronologi Banjir Longsor Dairi di Lae Ambat

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Dairi, Erwin Sitorus, menerangkan bahwa kejadian terparah berlangsung di Dusun V Sukumblin sekitar pukul 22.00 WIB. Banjir bandang menyapu areal perladangan, sementara longsor merusak akses menuju lahan usaha tani. Keterangan itu dimuat Koran Medan pada Oktober 2026.

Kepala Dusun 5 Sukumblin, Marben Sitorus, menyampaikan kondisi lahan pada Sabtu (24/10/2026). "Lahan pertanian tersapu," ujarnya. Lokasi perladangan cukup jauh dari permukiman, sehingga tidak ada warga yang menjadi korban.

Rincian Dampak pada Lahan, Jalan, dan Jembatan

BPBD Dairi mencatat lima hektare lahan pertanian rusak akibat bencana ini. Tanaman jagung dan pisang mengalami kerusakan, dan sejumlah pohon keras, termasuk durian, tumbang. Sebagian lahan tersebut dikelola petani bernama Nurdin Silaban.

Longsor juga merusak delapan titik jalan usaha tani. Arus air menghanyutkan satu unit jembatan penghubung menuju lahan usaha tani. Kerusakan itu menyulitkan petani menjangkau ladang mereka.

Ringkasan dampak berdasarkan data BPBD Dairi:

  • Lahan pertanian rusak: sekitar lima hektare
  • Jalan usaha tani rusak: delapan titik
  • Jembatan hanyut: satu unit
  • Korban jiwa: tidak ada

Penanganan BPBD Dairi dan Tim Gabungan

Pada Minggu (25/10/2026), tim BPBD Dairi kembali meninjau lokasi dan menginventarisasi dampak. Langkah ini bertujuan memastikan kondisi terkini, mengidentifikasi tingkat kerusakan, serta menyiapkan penanganan sesuai kebutuhan. Laporan BNPB tertanggal 26 Oktober 2026 menyebut BPBD, tim gabungan, dan masyarakat masih bekerja di lokasi.

Erwin menegaskan keselamatan warga terjaga. "Tidak terdapat korban jiwa dalam kejadian tersebut," katanya.

Bencana tidak hanya menimpa Lae Ambat. Data sementara BPBD yang dimuat AnalisaDaily pada 27 Oktober 2026 mencatat dampak di Desa Janji, Desa Lae Hole 2, dan Desa Pasir Mbellang. Longsor menimbun jalan dari Pasir Mbellang menuju Pasir Tengah, sedangkan bahu jalan menuju TWA Sicike-cike rubuh.

Imbauan BNPB dan Pemkab Dairi kepada Warga

Bupati Dairi Vickner Sinaga, melalui Kalaksa BPBD, mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap hujan berintensitas tinggi. Imbauan itu terutama ditujukan bagi warga kawasan rawan longsor, bantaran sungai, dan jalan bertanah labil.

BNPB menyampaikan imbauan serupa. Warga di sekitar aliran sungai perlu segera melakukan evakuasi jika hujan lebat berlangsung lebih dari satu jam dan debit air naik. Warga perbukitan juga perlu mencermati kondisi tanah di lingkungan mereka.

Pascabencana, AnalisaDaily turut memuat imbauan agar petani tidak lebih dulu pergi ke ladang di sekitar lokasi banjir bandang.

Banjir Longsor Dairi dalam Peta Bencana Sumatera Utara

Pusdalops PB BPBD Sumatera Utara mencatat enam daerah terdampak per Senin (26/10/2026) pukul 08.00 WIB. Keenamnya adalah Deli Serdang, Tapanuli Utara, Nias, Labuhanbatu Utara, Dairi, dan Tapanuli Tengah, menurut laporan IDN Times Sumut.

Plt Kepala Pusdatinkom BNPB, Berton SP Panjaitan, menyebut Dairi termasuk wilayah banjir dalam konferensi pers Rabu (28/10/2026). Ia meminta pemerintah daerah "mewaspadai potensi bahaya dari hidrometeorologi basah ini."

Kawasan Lae Ambat bukan kali pertama mengalami longsor. Data Informasi Bencana Indonesia (DIBI) BNPB mencatat longsor di jalan wilayah itu pada 4 Mei 2024.

Berdasarkan data yang tersedia hingga 31 Oktober 2026, laporan resmi tidak mencatat korban jiwa akibat banjir longsor di Lae Ambat. Pemerintah daerah dan BNPB menekankan kewaspadaan karena hujan masih berpotensi turun. Warga perlu memantau kondisi tanah, debit sungai, dan informasi resmi BPBD.