Gus Rofi'iKetua Umum Barisan Ksatria Nusantara (BKN), Gus Rofi'i

Bahasa Kita – Ketua Umum Barisan Ksatria Nusantara, Gus Rofi’i, meminta polemik pernyataan politikus senior Amien Rais terkait Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya diselesaikan melalui jalur hukum jika ada pihak yang merasa dirugikan. Menurutnya, seluruh tudingan yang berkembang di ruang publik perlu dibuktikan secara hukum agar tidak menjadi fitnah dan spekulasi liar.

Pernyataan tersebut disampaikan Gus Rofi’i saat menanggapi perdebatan publik mengenai komentar Amien Rais terhadap Teddy yang belakangan ramai diperbincangkan di media sosial.

Saya sempat melihat apa yang disampaikan Pak Amien Rais. Kalau memang dianggap mencemarkan nama baik atau ujaran kebencian, ya ini momentum untuk dibuktikan secara hukum,” kata Gus Rofi’i di Jakarta Selatan, Sabtu, 16 Mei 2026.

Menurutnya, Indonesia merupakan negara hukum sehingga setiap dugaan maupun tuduhan seharusnya diuji melalui proses hukum, bukan sekadar menjadi perdebatan berkepanjangan di media sosial.

Kalau memang Mas Teddy keberatan, silakan laporkan saja. Nanti Pak Amien Rais juga harus membuktikan apa yang beliau sampaikan,” ujarnya.

Yang jadi sorotan, polemik tersebut berkembang luas karena publik turut menyoroti gaya hidup pejabat di tengah kondisi ekonomi yang dinilai masih berat.

Gus Rofi’i Soroti Respons Publik terhadap Teddy

Gus Rofi’i menilai kritik terhadap Teddy tidak muncul tanpa sebab. Ia menyinggung perayaan ulang tahun Teddy yang sempat menjadi pembicaraan publik di media sosial.

Menurutnya, masyarakat saat ini lebih sensitif terhadap gaya hidup pejabat karena situasi ekonomi membuat banyak warga menghadapi tekanan kebutuhan sehari-hari.

Ulang tahun boleh saja, tapi jangan berlebihan. Apalagi masyarakat sekarang sedang prihatin soal ekonomi, efisiensi anggaran, harga kebutuhan naik. Jadi publik akhirnya kritis,” katanya.

Dalam konteks tersebut, Gus Rofi’i melihat persepsi publik sangat dipengaruhi kondisi sosial dan ekonomi yang sedang berlangsung. Artinya, tindakan pejabat mudah menjadi perhatian dan memicu berbagai interpretasi.

Meski begitu, ia mengaku tidak sepakat jika isu kedekatan Teddy dengan Presiden Prabowo Subianto diarahkan ke persoalan personal maupun asmara.

Kalau hubungan spesial dalam pekerjaan, iya saya lihat memang spesial. Teddy dipercaya Presiden, itu jelas. Tapi kalau hubungan asmara, saya belum pernah melihat dan tidak ada bukti,” tegasnya.

Gus Rofi’i Nilai Kedekatan Teddy dan Prabowo Bersifat Profesional

Menurut Gus Rofi’i, posisi Teddy sebagai Sekretaris Kabinet merupakan hak prerogatif Presiden Prabowo Subianto. Ia menilai kedekatan keduanya lebih berkaitan dengan hubungan kerja dan tingkat kepercayaan.

Gaya Komunikasi Teddy Jadi Sorotan

Gus Rofi’i menyebut Presiden kemungkinan memiliki pertimbangan tertentu saat menunjuk Teddy menjadi Seskab. Faktor seperti kecepatan kerja dan koordinasi dinilai dapat menjadi alasan utama.

Kalau ajudan bisa jadi Seskab, tentu itu karena ada pertimbangan Presiden. Mungkin karena kerjanya cepat, energinya bagus, koordinasinya enak. Itu hak prerogatif Presiden,” ucapnya.

Namun pada kenyataannya, ia juga menyoroti gaya komunikasi Teddy yang menurutnya perlu diperbaiki agar tidak memunculkan persepsi negatif di masyarakat.

Artikulasi bicara, gestur, itu perlu diperhatikan. Jangan sampai memunculkan dugaan-dugaan yang akhirnya jadi liar,” katanya.

Di sisi lain, Gus Rofi’i juga menilai kerasnya kritik Amien Rais terhadap pemerintahan saat ini bisa dipengaruhi faktor politik. Ia menyinggung hubungan lama Amien Rais dengan Prabowo yang pernah berada dalam satu barisan politik.

Menurutnya, isu tersebut kemungkinan masih akan terus berkembang hingga mendekati Pemilu 2029 karena persaingan politik nasional yang semakin kompetitif.

Dalam politik itu orang pasti mencari kelemahan lawan. Jadi isu seperti ini kemungkinan akan terus dimainkan sampai 2029,” ujarnya.
Dari sisi lain Foksi juga soroti pernyataan Amien Rais soal kedekatan presiden Prabowo dan Teddy