Bahasa Kita – Thoriqoh Shiddiqiyyah Indonesia melaksanakan rangkaian kegiatan Idul Adha 1447 Hijriah dengan penuh khidmat di lingkungan Pesantren Majma’al Bachroin Chubbul Wathon Minal Iman Shiddiqiyyah Indonesia, Rabu (27/5/2026).
Kegiatan diawali dengan pelaksanaan Sholat Idul Adha di Lapangan Matahari Terbit.
Sholat Id dipimpin Kholifah Thoriqoh Shiddiqiyyah Indonesia, Muhyidin.
Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan ceremony pembukaan dan penyembelihan hewan kurban.
Yang jadi sorotan, jumlah hewan kurban tahun ini mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya.
Ketua Panitia Kegiatan Idul Adha 1447 Hijriah, Ulil Abshor, mengatakan jumlah hewan kurban terus bertambah.
“Untuk hewan qurban tahun ini alchamdulillah ada peningkatan jika dibandingkan dengan tahun kemarin,” ujarnya.
Idul Adha Shiddiqiyyah Angkat Makna Pengorbanan
Dalam khutbah Idul Adha, Kholifah Thoriqoh Shiddiqiyyah Indonesia, Tasrichul Adib Azis, menyampaikan keutamaan bulan Dzulhijjah.
Ia menjelaskan bulan tersebut memiliki banyak hari istimewa dalam kalender Islam.
Di antaranya Yaumut Tarwiyyah pada 8 Dzulhijjah, Yaumul Arofah pada 9 Dzulhijjah, dan Yaumun Nahr pada 10 Dzulhijjah.
Selain itu terdapat Ayyamut Tasyriq pada 11 hingga 13 Dzulhijjah.
Dalam khutbahnya, ia juga mengutip hadis Nabi Muhammad SAW tentang kemuliaan hari raya kurban.
“Hari yang paling agung bagi Alloh adalah Yaumun Nahr, yaitu tanggal 10 Dzulhijjah (Idul Adha),” demikian hadis yang disampaikan.
Menurutnya, ibadah kurban bukan hanya soal penyembelihan hewan.
Namun pada kenyataannya, ibadah tersebut juga memiliki makna pengendalian hawa nafsu dan kecintaan duniawi.
Dalam konteks tersebut, kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail menjadi simbol ketaatan dan keikhlasan kepada Allah SWT.

Tak hanya itu, jamaah juga diingatkan mengenai keutamaan puasa Tarwiyyah dan Arofah bagi umat Islam yang tidak menunaikan ibadah haji.
Jumlah Hewan Kurban Idul Adha Meningkat
Panitia mencatat peningkatan jumlah hewan kurban dibanding tahun sebelumnya.
Pada tahun lalu, jumlah hewan kurban terdiri dari 58 ekor kambing dan tiga ekor sapi.
Sementara itu, tahun ini jumlahnya meningkat menjadi 63 ekor kambing dan enam ekor sapi.
Dalam perkembangan selanjutnya, jumlah sapi kembali bertambah menjadi tujuh ekor.
Menurut Ulil Abshor, peningkatan tersebut terlihat dari laporan terbaru panitia pelaksana.
Di sisi lain, proses penerimaan hewan kurban hingga penyembelihan berlangsung seperti tahun sebelumnya.
Panitia juga melibatkan berbagai organisasi di lingkungan pesantren.
Di antaranya Ikhwan 9, Maqooshidul Qur-aan 12 dan 13, IMQ, serta murid Tarbiyyah Hifdhul Ghulam Wal Banat.
Khusus penyembelihan sapi, pelaksanaan dibantu relawan OPSHID Zona 1 dan Zona 2.
Pesan Pengendalian Diri dalam Idul Adha
Pada acara pembukaan penyembelihan hewan kurban, Abdulloh Afif menyampaikan Tadzkirotul Chasanah kepada jamaah.
Ia mengingatkan pentingnya membersihkan jiwa dan mengendalikan hawa nafsu.
Dalam ceramahnya, ia mengutip Surah Al-Hajji ayat 37.
Ayat tersebut menjelaskan bahwa daging dan darah hewan kurban tidak akan sampai kepada Allah SWT.
Yang diterima adalah ketakwaan manusia.
Ia juga menyinggung pentingnya “jihad fi sabilillah bi anfus” atau perjuangan melawan sifat buruk dalam diri sendiri.
Yang menarik, kegiatan Idul Adha tahun ini berlangsung dengan antusias tinggi dari jamaah Thoriqoh Shiddiqiyyah Indonesia.
Selain menjadi sarana ibadah, kegiatan kurban di lingkungan pesantren juga mempererat hubungan persaudaraan antarjamaah.
