Bahasa Kita – Duta Besar Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi menyampaikan laporan kondisi terkini Iran kepada sejumlah tokoh nasional, sebagai bagian dari rangkaian pertemuan yang juga membuka peluang bertemu Presiden Prabowo Subianto.
Boroujerdi mengungkapkan bahwa dirinya merasa bangga apabila mendapat kesempatan bertemu Presiden Prabowo. Pernyataan itu disampaikan saat menghadiri kegiatan di Kampus Paramadina, Jakarta Timur, Sabtu (11/4/2026).
“Tentunya merupakan sebuah kebanggaan bagi saya jika bertemu dengan Presiden Republik Indonesia saat ini Bapak Prabowo,” ujarnya.
Meski demikian, ia tidak merinci jadwal atau kepastian pertemuan tersebut. Fokus utama yang ia sampaikan tetap pada rangkaian komunikasi dengan berbagai tokoh di Indonesia.
Tujuan Pertemuan dengan Tokoh Nasional
Boroujerdi menjelaskan bahwa pertemuannya dengan sejumlah tokoh Indonesia bukan sekadar kunjungan biasa. Ia menyebut langkah tersebut sebagai upaya menyampaikan situasi Iran secara langsung.
Dalam praktiknya, ia telah bertemu dengan sejumlah mantan pemimpin nasional. Nama-nama yang disebut antara lain Megawati Soekarnoputri, Jusuf Kalla, Susilo Bambang Yudhoyono, hingga Joko Widodo.
Menurutnya, pertemuan tersebut memiliki dua tujuan utama. Pertama, menyampaikan ucapan terima kasih atas dukungan yang diberikan kepada Iran. Kedua, memberikan laporan terkait kondisi terkini di negaranya.
“Yang pertama ingin menyampaikan ucapan terima kasih atas dukungan mereka terhadap Republik Islam Iran. Dan yang kedua menyampaikan reportase terkait kondisi terkini di Iran,” jelasnya.

Jangkauan Pertemuan Tidak Terbatas pada Politik
Boroujerdi menegaskan bahwa komunikasi yang dibangun tidak hanya terbatas pada tokoh politik. Ia juga menjangkau berbagai kalangan lain di Indonesia.
Di sisi lain, ia menyebut telah bertemu tokoh agama, budayawan, hingga berbagai elemen masyarakat. Hal ini menunjukkan pendekatan yang lebih luas dalam menyampaikan pesan yang dibawanya.
Dalam konteks tersebut, pertemuan lintas kelompok dinilai menjadi bagian dari strategi diplomasi yang tidak hanya formal. Artinya, penyampaian informasi dilakukan melalui berbagai kanal sosial yang berbeda.
Konteks Laporan di Tengah Situasi Iran
Laporan yang disampaikan Boroujerdi berkaitan dengan kondisi Iran setelah mengalami serangan dari Israel dan Amerika Serikat. Ia menilai penting untuk menyampaikan kondisi tersebut secara langsung kepada tokoh-tokoh di Indonesia.
Dalam sudut pandang ini, penyampaian laporan menjadi bentuk komunikasi resmi sekaligus upaya membangun pemahaman terhadap situasi yang terjadi.
Pada saat yang sama, langkah ini juga mencerminkan hubungan komunikasi antara Iran dan Indonesia yang melibatkan berbagai aktor di luar pemerintahan aktif.
Kunjungan yang dilakukan Boroujerdi memperlihatkan bahwa isu yang dibawa tidak hanya bersifat bilateral, tetapi juga berkaitan dengan dinamika yang lebih luas.
