Luke ThomasLuke Thomas Ditunjuk Jadi Direktur PT DSI Pengelola Ekspor BUMN

Bahasa Kita – Luke Thomas Mahony resmi ditunjuk menjadi Direktur PT Danantara Sumberdaya Indonesia (PT DSI), Badan Usaha Milik Negara (BUMN) baru yang akan mengelola ekspor komoditas strategis Indonesia.

Penunjukan Luke Thomas diumumkan setelah Presiden Prabowo Subianto memperkenalkan PT DSI sebagai perusahaan BUMN tunggal yang akan menangani ekspor sejumlah komoditas utama nasional.

Pada tahap awal, PT DSI akan mengelola ekspor kelapa sawit, batu bara, dan paduan besi atau ferroalloys. Dalam perkembangan selanjutnya, perusahaan tersebut diproyeksikan memiliki peran strategis dalam pengelolaan perdagangan komoditas nasional.

Yang jadi sorotan, Luke Thomas merupakan warga negara Australia yang berdomisili di Jakarta dan memiliki pengalaman panjang di industri pertambangan global.

Luke Thomas Pernah Berkarier di Vale dan BHP Billiton

Sebelum ditunjuk menjadi Direktur PT DSI, Luke Thomas diketahui menjabat sebagai SEVP Business Performance & Optimization Danantara Indonesia sejak September 2025.

Mengacu pada profil LinkedIn miliknya, Luke juga sempat menduduki posisi penting di sejumlah perusahaan tambang internasional.

Secara faktual, ia pernah menjadi Direktur sekaligus Chief Strategy and Technical Officer PT Vale Indonesia Tbk pada periode Juli 2024 hingga Juli 2025.

Tak hanya itu, Luke juga pernah menjabat sebagai Director-Technical dan Chief Technical Officer di Vale Base Metals.

Di sisi lain, pengalaman internasional Luke Thomas banyak terbentuk saat berkarier di perusahaan tambang global BHP Billiton.

Selama bekerja di perusahaan tersebut, ia menempati sejumlah posisi strategis, mulai dari Manager Production Prestrip, Manager Production Projects, hingga Manager Reporting.

Dalam konteks tersebut, rekam jejak Luke Thomas di sektor pertambangan dan optimalisasi bisnis dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam penunjukannya di PT DSI.

PT DSI Akan Kelola Ekspor Komoditas Strategis

PT Danantara Sumberdaya Indonesia dibentuk sebagai BUMN yang akan mengelola ekspor komoditas strategis secara terpusat.

Namun pada praktiknya, PT DSI tidak langsung menjadi eksportir tunggal dalam waktu dekat. Pemerintah menyiapkan dua tahap implementasi sebelum sistem berjalan penuh.

Tahap pertama merupakan masa transisi pengalihan ekspor yang dijadwalkan berlangsung mulai 1 Juni hingga 31 Agustus 2026.

Sementara itu, implementasi penuh akan dimulai pada 1 September 2026.

Yang menarik, skema tersebut menunjukkan pemerintah masih menyiapkan proses penyesuaian bagi pelaku industri sebelum sistem ekspor terpusat diberlakukan sepenuhnya.

Pada tahap awal, komoditas yang akan dikelola PT DSI meliputi kelapa sawit, batu bara, dan ferroalloys.

Dalam sudut pandang tersebut, perusahaan ini diproyeksikan menjadi bagian penting dalam pengelolaan ekspor sumber daya strategis Indonesia.

Luke Thomas Lulusan University of New South Wales

Dari sisi pendidikan, Luke Thomas merupakan lulusan University of New South Wales (UNSW), Australia.

Pada jenjang sarjana, ia mengambil jurusan Mining Engineering atau teknik pertambangan.

Sementara di tingkat Strata-2, Luke Thomas meraih tiga gelar berbeda di bidang Commerce-Finance, Mining Engineering, dan Geomechanics.

Seluruh pendidikan tersebut diselesaikan di UNSW Australia.

Yang patut dicatat, kombinasi latar belakang pendidikan teknik pertambangan dan keuangan menjadi salah satu modal penting dalam pengelolaan bisnis berbasis komoditas dan sumber daya alam.

Dengan pengalaman di industri global dan posisi strategis yang pernah diemban, Luke Thomas kini akan memimpin PT DSI dalam proses transisi pengelolaan ekspor komoditas strategis nasional.