Menhan Sjafrie Sjamsoeddin menerima Duta Besar Aljazair Abdelouahab Osmane di Jakarta pada Rabu, 4 November 2026. Pertemuan itu membahas penguatan kerja sama pertahanan bilateral berbasis kesetaraan dan saling percaya.
JAKARTA — Menteri Pertahanan Republik Indonesia (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin memperkuat kerja sama pertahanan dengan Aljazair melalui pertemuan dengan Duta Besar Republik Demokratik Rakyat Aljazair untuk Indonesia, Abdelouahab Osmane, di Kementerian Pertahanan, Jakarta, Rabu (4/11/2026).
Pertemuan itu membahas penguatan hubungan persahabatan serta kemitraan strategis kedua negara. Menurut keterangan resmi Kementerian Pertahanan, kerja sama pertahanan Indonesia-Aljazair diarahkan untuk memperkuat stabilitas kawasan, mendukung perdamaian dunia, dan melindungi kepentingan strategis bersama.
Sjafrie menilai pertemuan tersebut merupakan momentum penting bagi kedua negara. Ia menyatakan kerja sama pertahanan perlu dimanfaatkan untuk saling memperkuat kapabilitas serta mendukung terciptanya keamanan kawasan.
“Pertemuan ini merupakan momentum penting untuk mempererat persahabatan dan memperkuat kemitraan strategis Indonesia dan Aljazair,” ujar Sjafrie dalam pernyataan yang dikutip Kementerian Pertahanan.
Arah Kerja Sama Pertahanan
Dalam pertemuan tersebut, Indonesia menegaskan komitmennya membangun kemitraan pertahanan dengan Aljazair berdasarkan prinsip kesetaraan dan saling percaya. Prinsip itu menjadi landasan agar hubungan kedua negara berkembang secara berimbang dan saling menguntungkan.
Sjafrie menyatakan kerja sama tersebut diharapkan membuka peluang berbagai kesepakatan serta kolaborasi strategis. Ruang kerja sama itu mencakup penguatan kemampuan militer kedua negara, meskipun Kementerian Pertahanan belum merinci bentuk program atau dokumen kesepakatan yang akan ditandatangani.
“Indonesia berkomitmen terus membangun kemitraan pertahanan berdasarkan prinsip kesetaraan dan saling percaya, sebagai kontribusi nyata bagi stabilitas kawasan, perdamaian dunia, dan kepentingan strategis kedua negara,” kata Sjafrie.
Bagi Indonesia, kerja sama dengan Aljazair menambah jaringan kemitraan pertahanan di kawasan Afrika Utara. Aljazair merupakan negara dengan pengalaman militer yang besar dan memiliki posisi strategis di wilayah Mediterania serta Sahel.
Konteks Diplomasi Pertahanan
Pertemuan dengan Dubes Aljazair berlangsung hanya beberapa hari setelah Sjafrie menyatakan dukungan penuh terhadap rencana kerja sama pertahanan Indonesia dan Mesir. Pernyataan itu disampaikan pada Senin, 3 November 2026, dan dikutip ANTARA.
Sjafrie menyebut kerja sama Indonesia-Mesir dapat memperkuat kemampuan pertahanan kedua negara. Ia juga menyebut adanya kesepakatan untuk mendorong kerja sama industri pertahanan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pendidikan, latihan bersama, serta pertukaran pengalaman dan keahlian.
“Kerja sama ini diharapkan semakin memperkuat kemampuan pertahanan kedua negara sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi perdamaian, stabilitas, dan keamanan kawasan,” ujar Sjafrie, sebagaimana dikutip ANTARA News.
Langkah tersebut menunjukkan arah diplomasi pertahanan Indonesia yang aktif memperluas kemitraan dengan negara-negara di Timur Tengah dan Afrika. Pemerintah menempatkan kerja sama militer bukan hanya sebagai urusan pengadaan alutsista, tetapi juga penguatan kapasitas personel dan industri pertahanan.
Kemitraan dengan Negara Maju
Indonesia juga tengah memperkuat kerja sama pertahanan dengan Prancis. Kedua negara merencanakan pelaksanaan latihan militer gabungan Garuda Guerrier di Prancis pada November 2026.
Rencana itu dibahas Sjafrie bersama Menteri Angkatan Bersenjata dan Veteran Prancis, Catherine Vautrin, di Jakarta pada September 2026. Kementerian Pertahanan menyatakan latihan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan interoperabilitas antarangkatan bersenjata kedua negara.
“Kemitraan ini akan meningkatkan kemampuan interoperabilitas kedua angkatan bersenjata kita,” kata Catherine Vautrin dalam pertemuan tersebut, sebagaimana dilaporkan IDN Times.
Selain latihan bersama, kerja sama Indonesia-Prancis mencakup pendidikan militer dan pengembangan alutsista. Proyek kapal selam Scorpene hasil kolaborasi Naval Group dan PT PAL menjadi salah satu contoh kerja sama industri pertahanan kedua negara.
Penekanan pada Stabilitas Kawasan
Arah kerja sama pertahanan Indonesia juga sejalan dengan pesan yang disampaikan dalam ASEAN Defence Ministers’ Meeting (ADMM)-Plus ke-13 di Cebu, Filipina, pada 29 Oktober 2026. Indonesia menekankan pentingnya soliditas kawasan, dialog terbuka, serta penyelesaian perbedaan secara damai.
Wakil Menhan Bidang Strategi, Doktrin, dan Pembangunan Kekuatan, Jenderal TNI Richard T.H. Tampubolon, menyatakan kerja sama pertahanan perlu dibangun melalui interaksi antarmanusia, aksi nyata, serta penghormatan terhadap kedaulatan negara.
“Soliditas merupakan kunci keamanan kawasan, sementara keamanan menjadi fondasi bagi kemakmuran negara-negara di kawasan,” ujar Richard dalam keterangan resmi Kementerian Pertahanan.
Indonesia juga mengapresiasi pelaksanaan ADMM-Plus Combined Field Training Exercise, Exercise Trident Resolve 2026, di Banten pada September 2026. Latihan tersebut dinilai menjadi landasan penguatan kerja sama terintegrasi dalam menghadapi situasi krisis.
Dengan perluasan kemitraan ke Aljazair, Mesir, dan Prancis, Indonesia memperkuat posisinya sebagai aktor yang aktif dalam diplomasi pertahanan. Pemerintah menempatkan kerja sama bilateral sebagai sarana meningkatkan kapabilitas nasional, memperluas jejaring strategis, dan mendukung stabilitas regional maupun global.