Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat kejadian bencana di Indonesia mencapai 2.247 kasus hingga Jumat, 30 Oktober 2026. Lembaga itu mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat bersiaga karena banjir serta cuaca ekstrem bertambah menjelang puncak musim hujan.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan menyampaikan angka tersebut pada Jumat (30/10/2026). Berton mengatakan angka itu bertambah 11 kejadian dari 2.236 kejadian pada 29 Oktober 2026.
Rincian Kejadian Bencana di Indonesia hingga 30 Oktober 2026
Berton menjelaskan bahwa bencana hidrometeorologi masih mendominasi kejadian sepanjang tahun ini. Porsinya mencapai 99,19 persen dari total kejadian, berdasarkan data grafis resmi BNPB per 30 Oktober 2026 yang dilaporkan Liputan6.com.
Tambahan kejadian dalam sehari itu mencakup enam banjir di Sumatra Utara dan Aceh. Dua kejadian cuaca ekstrem juga tercatat di Kalimantan Selatan dan Jawa Timur, seperti dikutip Suara Surabaya.
Angka kumulatif terus naik sepanjang Oktober. BNPB mencatat 2.179 kejadian pada 20 Oktober, 2.216 kejadian pada 25 Oktober, lalu 2.236 kejadian pada 29 Oktober. Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyumbang jumlah terbesar tahun ini, yakni 1.007 kejadian per 22 Oktober.
Namun, pola kejadian mulai bergeser. Dalam lima hari terakhir, laporan yang masuk ke BNPB didominasi banjir di Aceh Selatan, Langkat, dan Mandailing Natal.
Dampak terhadap Korban dan Warga Terdampak
Bencana sepanjang 2026 menyebabkan 427 orang meninggal dunia, 21 orang hilang, dan 3.258 orang luka-luka. Hampir enam juta orang terdampak oleh rangkaian kejadian tersebut, menurut data BNPB per 30 Oktober 2026.
Sepuluh hari sebelumnya, Suara.com melaporkan korban meninggal dunia sebanyak 422 orang. Dengan demikian, korban jiwa bertambah lima orang dalam kurun tersebut.
Banjir di Sumatra Utara dan Aceh Jadi Sorotan
Banjir di Kabupaten Deli Serdang, Sumatra Utara, menimbulkan dampak paling besar sejauh ini. Menurut JawaPos.com, sebanyak 7.615 kepala keluarga (KK) terdampak dan 7.327 rumah terendam di wilayah itu. Di Kota Medan, banjir memengaruhi 2.405 KK.
Sementara itu, hujan lebat hingga sangat lebat masih mengancam Aceh yang kini berstatus Siaga. BNPB meminta pemerintah daerah memantau perkembangan cuaca setiap hari.
Peringatan Dini dan Status Kewaspadaan Wilayah
Sebagian besar wilayah Sumatra, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, hingga Papua kini berstatus Waspada. Status itu muncul akibat dampak tidak langsung Bibit Siklon Tropis 91B di Laut Andaman.
Selain banjir darat dan longsor, BNPB mengingatkan potensi banjir pesisir atau rob. Peringatan tersebut tertuang dalam Surat Direktur Peringatan Dini Nomor B-79/BNPB/PDin/BP.03.02/10/2026 tertanggal 22 Oktober 2026. Fase Bulan Purnama pada 26 Oktober, fase perigee pada 29 Oktober, dan dinamika oseanografi memicu potensi itu.
Prakiraan BMKG tentang Puncak Musim Hujan 2026/2027
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan awal musim hujan 2026/2027 berlangsung bertahap. Sebanyak 185 zona musim (ZOM), atau 24,66 persen luas daratan Indonesia, mulai memasuki musim hujan pada November 2026. Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menyampaikan hal itu dalam konferensi pers pada 22 September 2026.
Puncak musim hujan tidak terjadi serentak. Menurut Bisnis.com, 155 ZOM mencapai puncak pada Desember 2026, 162 ZOM pada Januari 2027, dan 190 ZOM pada Februari 2027. BMKG juga memprediksi durasi musim hujan di 482 ZOM lebih pendek dari kondisi normal.
BMKG mengimbau seluruh pemangku kepentingan memakai prediksi itu sebagai acuan peringatan dini untuk merancang aksi dini.
Imbauan Kesiapsiagaan bagi Masyarakat
Berton mengajak masyarakat bergotong royong membersihkan saluran air dan menyusuri sungai di bawah pengawasan petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Warga juga perlu mengenali jalur evakuasi yang aman dan memeriksa kondisi infrastruktur bendungan.
Setiap keluarga, menurut Berton, sebaiknya menyiapkan tas siaga bencana berisi kebutuhan darurat minimal untuk tiga hari. Ia menegaskan pentingnya langkah antisipasi dini yang terukur di tengah ancaman cuaca ekstrem.
Dengan 2.247 kejadian tercatat dan puncak musim hujan yang masih menanti pada Desember hingga Februari, BNPB menekankan kesiapsiagaan sejak sekarang. Data dalam artikel ini mengacu pada pembaruan BNPB per 30 Oktober 2026, sedangkan informasi cuaca terbaru tersedia melalui kanal resmi BMKG.