Indonesia finis di peringkat kedelapan Asian Para Games 2026 dengan 15 emas, 21 perak, dan 37 perunggu, Sabtu (24/10/2026). Hasil itu melampaui target pemerintah, yakni tujuh emas, lewat perjuangan 103 atlet dari 12 cabang olahraga di Aichi-Nagoya, Jepang.
Indonesia menutup keikutsertaan di Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026 dengan total 73 medali. Perolehan itu melewati target awal pemerintah, yakni tujuh emas, delapan perak, dan 17 perunggu. Sasaran finis di 10 besar pun terpenuhi, bahkan Indonesia unggul dua peringkat dari target tersebut.
Asian Para Games 2026 dan Peta Klasemen Akhir
China memastikan gelar juara umum dengan 207 emas, 117 perak, dan 111 perunggu. Jepang sebagai tuan rumah menyusul dengan 64 emas, 60 perak, dan 62 perunggu. Uzbekistan melengkapi tiga besar lewat 45 emas, 49 perak, dan 51 perunggu. Thailand menempati posisi ketujuh dengan 19 emas, 40 perak, dan 66 perunggu, tepat di atas Indonesia.
Capaian di Nagoya masih berada di bawah hasil Asian Para Games Hangzhou 2022. Pada edisi itu, Indonesia menempati peringkat kelima dengan 29 emas, 30 perak, dan 37 perunggu. Para catur, penyumbang emas pada edisi Hangzhou, tidak dipertandingkan di Nagoya.
Perjalanan itu bermula pada Senin (19/10/2026) ketika lifter putri Ni Nengah Widiasih meraih medali pertama kontingen. Ia meraih perunggu kelas 41 kilogram para angkat berat dengan angkatan terbaik 97 kilogram, menurut detik.
Boccia dan Para Atletik Menjadi Lumbung Emas
Boccia menjadi penyumbang emas terbanyak dengan empat medali. Handayani menang di tunggal putri BC1, Gischa Zayana di tunggal putri BC2, dan Felix Ardi Yudha di tunggal putra BC2. Tim campuran BC1/BC2 beranggotakan Muhammad Syafa, Gischa, dan Felix menutup rangkaian emas dengan mengalahkan Thailand 11-3 pada final.
Para atletik menutup kiprahnya dengan 22 medali, terdiri atas tiga emas, delapan perak, dan 11 perunggu. Karisma Evi Tiarani menang di lari 100 meter putri T63 dan, menurut Kompas, sekaligus mencetak rekor dunia. I Kadek Dwi Purwana Yasa meraih emas lempar cakram putra F57 pada Selasa (20/10/2026).
Partin Muhlisin menjadi penyumbang emas terakhir bagi tim para atletik pada Jumat (23/10/2026). Atlet asal Magelang, Jawa Tengah, itu menang di 100 meter putra T63 dengan waktu 12,37 detik. Catatan tersebut memecahkan rekor Asian Para Games dan mengungguli Phalathip Khamta dari Thailand, yang finis kedua dengan 12,72 detik. “Alhamdulillah dapat mengulang medali emas lagi untuk Indonesia,” ujar Partin dalam laporan ANTARA.
Para Renang, Bulu Tangkis, dan Cabang Lain Menambah Emas
Para renang dan para bulu tangkis masing-masing menyumbang tiga emas. Maulana Rifky Yavianda meraih dua emas dari nomor 100 meter gaya punggung S12 dan 100 meter gaya bebas S12. Abdil Majid Rahman melengkapi dengan emas 100 meter gaya dada SB7.
Pasangan Muh Al Imran/Suryo Nugroho, Hikmat Ramdani/Leani Ratri Oktila, serta Subhan/Rina Marlina membawa pulang tiga emas para bulu tangkis. Dua emas lain datang dari Muhammad Fadli Imammuddin (para balap sepeda) dan Barce Layaba/Leli Marlina (para tenis meja). Seluruhnya berjumlah 15 emas.
Hingga Jumat (23/10/2026) malam, Indonesia baru mengumpulkan 14 emas, 20 perak, dan 37 perunggu. Boccia menambah satu emas dan para angkat berat menyumbang satu perak pada hari terakhir. Indonesia membawa 103 atlet pada edisi Nagoya.
Menpora Erick Thohir Apresiasi Capaian Kontingen
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir menyampaikan apresiasi kepada atlet, pelatih, dan ofisial. Menurut Media Indonesia, Erick menyebut prestasi itu buah sinergi NPC Indonesia, Chef de Mission, dan Kemenpora. “Indonesia berhasil masuk delapan besar hingga penutupan Asian Para Games 2026,” katanya dalam keterangan resmi.
Target Berikutnya: ASEAN Para Games 2027 dan Paralimpiade 2028
Media Indonesia melaporkan bahwa hasil di Nagoya menjadi pijakan menuju ASEAN Para Games 2027 dan Paralimpiade 2028. ANTARA juga memuat permintaan Chef de Mission Reda Manthovani agar pelatnas atlet para berlangsung lebih panjang dan berkelanjutan.
Doha, Qatar, akan menjadi tuan rumah Asian Para Games edisi berikutnya pada 2030. Dengan demikian, Indonesia mengakhiri Asian Para Games 2026 di peringkat kedelapan dengan 73 medali dan melampaui target pemerintah. Redaksi memperbarui data dalam artikel ini pada 31 Oktober 2026 berdasarkan laporan