Bahasa Kita – Pengamanan keberangkatan haji di Kota Tasikmalaya diperketat aparat gabungan pada Kamis, 23 April 2026, guna memastikan seluruh rangkaian prosesi berjalan aman di tengah kepadatan pengantar jemaah.
Suasana haru menyelimuti Gedung Dakwah sejak pagi. Calon jemaah haji bersiap berangkat, sementara keluarga mengantar dengan penuh khidmat. Di balik momen tersebut, aparat kepolisian mengatur setiap titik untuk mencegah potensi gangguan keamanan.
Personel Satuan Samapta Polres Tasikmalaya Kota memimpin pengamanan dengan dukungan lintas fungsi. Unsur Lalu Lintas, Intelkam, Reskrim, hingga Satpol PP dilibatkan dalam skema terpadu.
Penempatan petugas dilakukan secara menyeluruh. Pintu masuk, area dalam gedung, hingga titik keramaian di luar menjadi fokus pengamanan. Kepadatan massa menjadi perhatian utama dalam pengaturan ini.
Strategi Pengamanan di Tengah Kerumunan Pengantar
Pengamanan tidak hanya bersifat statis. Petugas aktif melakukan patroli di sekitar lokasi untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan.
Dalam praktiknya, petugas juga memberikan imbauan langsung kepada masyarakat. Mereka mengingatkan risiko pencurian dan pencopetan yang kerap muncul di tengah kerumunan.
Langkah ini dilakukan untuk menekan potensi tindak kriminal. Kehadiran aparat di tengah massa juga bertujuan memberikan rasa aman bagi calon jemaah dan keluarga.

Kasat Samapta Polres Tasikmalaya Kota, AKP Hartono, menegaskan kesiapsiagaan personel menjadi prioritas dalam kegiatan ini.
“Seluruh personel yang terlibat kami siagakan untuk memberikan rasa aman dan nyaman, baik bagi calon jemaah haji maupun masyarakat yang mengantar,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya kewaspadaan masyarakat selama berada di area keramaian.
“Kami mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada demi menjaga keamanan bersama,” tambahnya.
Pengaturan Lalu Lintas untuk Menjaga Kelancaran
Di sisi lain, Satuan Lalu Lintas turut memainkan peran penting dalam pengamanan keberangkatan haji ini. Petugas ditempatkan di sejumlah titik strategis di sekitar Gedung Dakwah.
Fokus utama pengaturan lalu lintas adalah menjaga kelancaran arus kendaraan. Volume kendaraan meningkat seiring kedatangan keluarga pengantar jemaah.
Petugas mengatur pergerakan kendaraan agar tidak terjadi penumpukan. Selain itu, jalur bagi rombongan jemaah diprioritaskan agar tetap lancar.
Dalam pelaksanaannya, koordinasi antarunit dilakukan secara berkelanjutan. Setiap pergerakan massa dan kendaraan dipantau untuk memastikan tidak terjadi gangguan.
Pengamanan terpadu ini menjadi bagian dari upaya menjaga ketertiban selama proses keberangkatan. Kehadiran aparat juga menjadi bentuk pelayanan kepada masyarakat dalam momen penting.
Dengan skema yang terencana, seluruh rangkaian kegiatan di Gedung Dakwah dapat berlangsung tertib. Aparat terus bersiaga hingga seluruh proses keberangkatan selesai.
