Bahasa Kita – Nama Bupati Muara Enim Edison menjadi sorotan setelah terjaring operasi tangkap tangan atau OTT yang digelar Komisi Pemberantasan Korupsi di Sumatera Selatan.

KPK mengamankan Edison bersama sejumlah pihak lainnya dalam operasi senyap yang berlangsung pada Senin 8 Juni 2026.

Juru bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan lima orang dari unsur Pemerintah Kabupaten Muara Enim ikut diamankan.

Lima orang dari unsur Pemkab Muara Enim, salah satunya Bupati,” kata Budi.

Saat ini, Edison masih menjalani pemeriksaan di Mapolda Sumatera Selatan.

Rencananya, Edison baru akan dibawa ke Gedung Merah Putih KPK di Jakarta Selatan pada Selasa.

Lahir dan Besar di Muara Enim

Edison merupakan pria kelahiran Banuayu, Muara Enim, Sumatera Selatan, pada 6 Maret 1968.

Ia tumbuh besar di wilayah Sumatera Selatan dan menempuh pendidikan dasar hingga sekolah menengah atas di daerah tersebut.

Setelah lulus SMA, Edison melanjutkan pendidikan tinggi di Universitas Sumatera Utara.

Ia mengambil jurusan hukum dan menyelesaikan kuliahnya pada 1992.

Tak hanya itu, Edison kemudian melanjutkan pendidikan magister hukum di Universitas Sriwijaya.

Dalam konteks tersebut, latar belakang pendidikan hukum menjadi salah satu bagian penting dalam perjalanan kariernya.

Karier Edison Berawal dari ASN BPN

Sebelum masuk dunia politik, Edison dikenal sebagai aparatur sipil negara atau ASN.

Ia mengawali karier di Badan Pertanahan Nasional sejak 1995.

Kariernya di lingkungan BPN berlangsung cukup panjang.

Secara faktual, jabatan terakhir Edison berada di Kantor Wilayah BPN Provinsi Sumatera Selatan.

Ia menjabat sebagai Kepala Bidang Pengadaan Tanah dan Pengembangan.

Yang jadi sorotan, pengalaman birokrasi tersebut menjadi modal Edison sebelum maju dalam Pilkada Muara Enim.

Selain aktif sebagai ASN, Edison juga terlibat dalam berbagai kegiatan organisasi.

Aktif di Organisasi dan Pernah Raih Penghargaan

Edison tercatat menjadi Pembina Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama atau PCNU Daerah Kabupaten Muara Enim.

Di sisi lain, ia juga pernah menerima penghargaan Satya Lencana Karya Satya.

Penghargaan tersebut diberikan kepada ASN yang dinilai memiliki pengabdian dalam tugas pemerintahan.

Pada saat yang sama, nama Edison mulai dikenal luas menjelang Pilkada Muara Enim 2024.

Ia kemudian memutuskan maju melalui Partai NasDem.

Edison berpasangan dengan politisi PDIP, Sumarni, dalam pemilihan kepala daerah tersebut.

Menang Pilkada Muara Enim 2024

Pasangan Edison dan Sumarni berhasil memenangkan Pilkada Muara Enim 2024.

Mereka memperoleh 114.258 suara atau 38,76 persen dari total suara sah.

Kemenangan itu membawa Edison resmi menjabat Bupati Muara Enim.

Namun, belum lama menjabat, namanya kini terseret dalam operasi tangkap tangan KPK.

Hingga Senin malam, KPK belum menjelaskan detail perkara yang menjerat Edison.

Penyidik juga masih mendalami dugaan tindak pidana dalam operasi tersebut.

Sementara itu, status hukum Edison masih menunggu hasil pemeriksaan lanjutan dan gelar perkara yang dilakukan KPK.

Karena itu, publik masih menunggu keputusan resmi lembaga antirasuah terkait pihak yang akan ditetapkan sebagai tersangka.