SPMB 2026 di SMAN 1 Kota Bekasi mencatat lonjakan pendaftar setelah sekolah itu berstatus SMA Maung. Sebanyak 2.085 calon siswa berebut 384 kursi yang tersedia melalui jalur prestasi.
Antusiasme masyarakat terhadap SPMB 2026 di SMAN 1 Kota Bekasi meningkat tajam. Sekolah yang kini menyandang status Sekolah Manusia Unggul (SMA Maung) itu menerima 2.085 pendaftar pada Seleksi Penerimaan Murid Baru tahun ini.
Jumlah tersebut melonjak lebih dari dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya. Pada periode sebelumnya, jumlah pendaftar berkisar antara 800 hingga 900 orang.
Kepala SMAN 1 Kota Bekasi, Mukaromah, menyebut tingginya minat masyarakat menunjukkan daya tarik besar terhadap program SMA Maung yang digagas Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
“Antusiasme pendaftarnya itu sangat luar biasa untuk bersekolah di SMA Maung,” katanya.
Kuota Terbatas, Persaingan Semakin Ketat
Pada SPMB 2026, SMAN 1 Kota Bekasi membuka 12 rombongan belajar dengan total kuota 384 siswa. Setiap kelas hanya diisi maksimal 32 siswa.
Jumlah itu lebih sedikit dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Sebelumnya, satu kelas dapat menampung 36 hingga lebih dari 40 siswa.
Akibatnya, persaingan masuk sekolah tersebut menjadi semakin ketat. Ribuan peserta harus bersaing memperebutkan kursi yang jumlahnya terbatas.
SMA Maung Hanya Gunakan Jalur Prestasi
Berbeda dengan sekolah reguler, SMA Maung hanya membuka satu tahap penerimaan. Seluruh proses seleksi berlangsung melalui jalur prestasi.
Tidak tersedia jalur domisili maupun afirmasi seperti pada sistem penerimaan sekolah reguler.
“Sesuai dengan regulasinya memang hanya ada satu tahap yakni untuk jalur prestasi,” ujar Mukaromah.
Terdapat tiga jalur seleksi yang dapat dipilih calon peserta didik, yaitu:
- Jalur potensi akademik.
- Jalur prestasi akademik.
- Jalur prestasi non-akademik.
Syarat IQ 130 Bukan Ketentuan Umum
Jalur potensi akademik ditujukan bagi siswa dengan kemampuan intelektual tinggi, kreativitas baik, serta komitmen belajar kuat.
Salah satu syarat pada jalur tersebut ialah melampirkan hasil tes IQ minimal 130 berdasarkan skala Wechsler dari lembaga psikologi yang diakui.
Meski begitu, Mukaromah menegaskan bahwa ketentuan IQ 130 bukan syarat umum masuk SMA Maung.
“Ini bukan syarat umum. Tapi hanya syarat untuk jalur potensi akademik,” katanya.
Kelulusan peserta tetap mempertimbangkan nilai rapor dan Tes Kemampuan Akademik (TKA).
Terbuka untuk Seluruh Jawa Barat
Yang menarik, SMA Maung tidak hanya menerima siswa dari Kota Bekasi. Program tersebut terbuka bagi seluruh warga Jawa Barat.
Peserta bahkan dapat berasal dari sekolah mana pun. Namun, domisili kependudukan tetap harus berada di wilayah Jawa Barat.
“Untuk Sekolah Maung ini memang dibuka untuk seluruh warga Jawa Barat, bukan hanya warga Bekasi,” ujar Mukaromah.
Cakupan penerimaan yang lebih luas menjadi salah satu faktor meningkatnya jumlah pendaftar tahun ini.
