Transformasi digital menjadi prioritas pemerintah setelah Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan kecerdasan buatan atau AI akan menjadi mesin pertumbuhan ekonomi baru melalui penguatan infrastruktur digital dan ekosistem semikonduktor.
Pemerintah menempatkan transformasi digital sebagai salah satu strategi utama untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) akan menjadi mesin pertumbuhan baru yang mampu mempercepat daya saing Indonesia.
Menurut Airlangga, arah kebijakan tersebut berjalan sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto. Selain meningkatkan efisiensi, ekonomi digital juga dinilai tidak bergantung pada jalur logistik fisik yang rentan terhadap gangguan geopolitik dunia.
AI Didukung Infrastruktur Digital dan Ekosistem Semikonduktor
Airlangga menjelaskan transformasi digital memiliki keunggulan karena tidak bergantung pada jalur perdagangan internasional. Ia mencontohkan bahwa percepatan ekonomi digital tidak terdampak oleh hambatan distribusi seperti yang terjadi pada jalur Selat Hormuz.
Selain itu, pemerintah mulai memperkuat fondasi industri digital dari sisi hulu. Salah satunya melalui kerja sama strategis dengan perusahaan teknologi asal Inggris, Arm, yang menguasai lebih dari 90 persen pengembangan desain chip dunia.
Dalam praktiknya, kolaborasi tersebut tidak hanya berfokus pada pengembangan teknologi. Pemerintah juga mendorong pelatihan sekitar 15.000 teknisi dan engineer agar mampu mengembangkan kemampuan dalam ekosistem Arm.
Tak hanya itu, kapasitas pusat data nasional terus bertambah. Airlangga memaparkan kapasitas data center yang telah beroperasi mencapai 580 Megawatt (MW), sementara komitmen investasi baru yang masih berada dalam antrean telah mencapai sekitar 1,3 Gigawatt (GW).
Di sisi lain, Indonesia juga memperkuat konektivitas digital melalui jaringan kabel fiber optik internasional. Jalur Batam-Singapura hingga Bitung yang terhubung langsung ke Amerika Serikat menjadi salah satu daya tarik bagi investasi sektor digital.
Menurut Airlangga, penguatan infrastruktur tersebut diharapkan mampu mempercepat adopsi AI sekaligus membuka peluang industri digital berkembang lebih luas di Indonesia.
