Bahasa Kita – Bandara Frans Seda Maumere di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, menghentikan sementara operasional penerbangan setelah erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki di Flores Timur pada Jumat (5/6). Keputusan tersebut diambil karena abu vulkanik dinilai berpotensi mengganggu keselamatan penerbangan.
Penutupan bandara berlaku sejak Jumat pagi hingga Sabtu pukul 06.00 WITA. Otoritas bandara mengambil langkah tersebut setelah aktivitas vulkanik menghasilkan kolom abu setinggi 1.000 hingga 2.500 meter di atas puncak gunung.
Kepala Bandara Frans Seda Maumere, Parthaian Panjaitan, mengatakan keselamatan penerbangan menjadi pertimbangan utama dalam penetapan kebijakan tersebut.
“Operasi penerbangan ditutup sementara sampai besok pagi pukul 06.00 WITA demi keselamatan,” ujarnya.
Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki Ganggu Operasional Penerbangan
Gunung Lewotobi Laki-laki tercatat mengalami lima kali erupsi dalam satu hari. Aktivitas vulkanik tersebut menyebabkan hujan abu di sejumlah wilayah yang berada di sekitar jalur penerbangan.
Dalam konteks tersebut, otoritas penerbangan memutuskan menghentikan sementara aktivitas di Bandara Frans Seda Maumere. Langkah itu dilakukan untuk menghindari risiko yang dapat ditimbulkan oleh abu vulkanik terhadap operasional pesawat.
Secara faktual, abu vulkanik dapat memengaruhi jarak pandang dan kinerja mesin pesawat. Karena itu, pemantauan kondisi udara menjadi faktor penting sebelum penerbangan kembali dibuka.
Lima Penerbangan Dibatalkan
Imbas penutupan bandara, sedikitnya lima penerbangan yang dioperasikan Wings Air dan Nam Air terpaksa dibatalkan.
Rute yang terdampak meliputi penerbangan Maumere-Kupang, Kupang-Maumere, Maumere-Labuan Bajo, serta Labuan Bajo-Maumere.
Selain itu, jadwal penerbangan Wings Air untuk rute Labuan Bajo-Maumere dan Maumere-Labuan Bajo yang beroperasi setiap Senin, Rabu, dan Jumat juga ikut terdampak oleh penutupan sementara tersebut.
Akibatnya, sejumlah penumpang harus menyesuaikan kembali rencana perjalanan mereka hingga kondisi dinyatakan aman.
Bandara Komodo Tetap Beroperasi Normal
Sementara itu, Bandara Internasional Komodo di Labuan Bajo tetap melayani penerbangan seperti biasa. Aktivitas operasional tidak mengalami gangguan meski erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki masih berlangsung.
Humas Bandara Komodo, Marwah, menjelaskan bahwa pembatalan hanya terjadi pada penerbangan yang terhubung langsung dengan Maumere.
Dengan kata lain, penerbangan dari dan menuju destinasi lain masih berjalan sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
Pembukaan Kembali Menunggu Hasil Pemantauan
Menjelang malam, Gunung Lewotobi Laki-laki kembali mengalami erupsi. Kondisi tersebut membuat kepastian pembukaan kembali Bandara Frans Seda Maumere masih menunggu evaluasi lebih lanjut.
Otoritas bandara akan mengacu pada informasi resmi dari pihak vulkanologi dan penerbangan sebelum memutuskan normalisasi operasional.
“Kita lihat informasi dari Astham besok pagi. Semoga kondisi membaik dan bisa dibuka kembali,” kata Parthaian.
Hingga Jumat malam, pemantauan terhadap aktivitas vulkanik dan sebaran abu masih terus dilakukan untuk memastikan kondisi penerbangan tetap aman.
