LRT Jabodebek kembali beroperasi normal setelah gangguan pada rangkaian TS 24 di jalur antara Stasiun TMII dan Stasiun Cawang berhasil ditangani. Seluruh penumpang dievakuasi sesuai SOP, sementara tim teknis melanjutkan pemeriksaan penyebab gangguan.
LRT Jabodebek kembali melayani perjalanan secara normal setelah sempat mengalami gangguan operasional pada Selasa malam, 28 Juli 2026. Gangguan terjadi sekitar pukul 19.11 WIB di jalur antara Stasiun TMII dan Stasiun Cawang.
Gangguan tersebut diduga berkaitan dengan munculnya suara keras dari rangkaian TS 24. Akibat kondisi itu, petugas segera mengambil langkah penanganan untuk memastikan keselamatan seluruh penumpang dan kelancaran operasional layanan.
LRT Jabodebek Tangani Gangguan TS 24 Sesuai SOP
Manajer Hubungan Masyarakat LRT Jabodebek, Radhitya Mardika, menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pengguna atas gangguan perjalanan yang terjadi.
Menurutnya, rangkaian yang mengalami kendala telah dievakuasi menuju Stasiun Harjamukti. Selanjutnya, tim teknis melakukan pengecekan dan perbaikan guna mengetahui penyebab munculnya suara keras tersebut.
“KAI menyampaikan permohonan maaf atas adanya gangguan perjalanan LRT Jabodebek. Saat ini, sarana tersebut telah dievakuasi menuju stasiun Harjamukti untuk dilakukan pengecekan dan perbaikan oleh tim teknis,” ujar Radhitya dalam pernyataannya pada Selasa.
Selain itu, seluruh penumpang yang berada di rangkaian TS 24 berhasil dievakuasi dengan aman. Proses evakuasi berlangsung mengikuti Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku.
Perjalanan LRT Jabodebek Kembali Beroperasi
Sementara itu, perjalanan LRT Jabodebek kembali normal mulai pukul 21.15 WIB. Meski layanan telah pulih, petugas tetap melanjutkan pemeriksaan untuk menemukan sumber suara keras yang dilaporkan berasal dari rangkaian TS 24.
Menurut Radhitya, keselamatan dan keamanan pengguna tetap menjadi prioritas utama dalam setiap penanganan gangguan operasional. Karena itu, pemeriksaan teknis dilakukan secara menyeluruh sebelum rangkaian kembali digunakan.
Evaluasi Operasional Setelah Gangguan
Tak hanya melakukan pemeriksaan, KAI juga menyiapkan evaluasi terhadap insiden tersebut. Langkah ini menjadi bagian dari upaya menjaga keandalan sarana serta meningkatkan kualitas layanan LRT Jabodebek.
“Sekali lagi kami memohon maaf atas gangguan yang ditimbulkan, dan akan melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap setiap gangguan operasional, sebagai bagian dari upaya menjaga keandalan sarana dan keselamatan perjalanan LRT Jabodebek,” kata Radhitya.
Dengan normalnya kembali operasional layanan, petugas tetap memantau kondisi rangkaian yang sebelumnya mengalami gangguan. Dalam praktiknya, pemeriksaan lanjutan menjadi bagian dari prosedur untuk memastikan perjalanan LRT Jabodebek berlangsung aman dan andal.
