Abi NurwardaniEks Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Muara Enim Abi Nurwardani

Harta Abi Nurwardani menjadi perhatian setelah Komisi Pemberantasan Korupsi menetapkannya sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap proyek pengadaan di Pemerintah Kabupaten Muara Enim. Berdasarkan LHKPN terbaru, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan itu memiliki kekayaan mencapai Rp9,78 miliar.

Harta Abi Nurwardani mulai menjadi sorotan publik setelah namanya masuk dalam daftar tersangka kasus dugaan suap pengadaan proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Abi sebagai tersangka bersama Bupati Muara Enim Edison dan dua pihak swasta dalam operasi tangkap tangan yang berlangsung pada awal Juni 2026.

Penetapan tersangka tersebut membuat laporan kekayaan yang disampaikan Abi kepada negara ikut mendapat perhatian.

Berdasarkan dokumen Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) per 31 Maret 2026, total kekayaan Abi Nurwardani mencapai Rp9.787.756.500 atau sekitar Rp9,78 miliar.

Nilai tersebut berasal dari total aset sebesar Rp10 miliar yang kemudian dikurangi kewajiban utang senilai Rp214,6 juta.

Mayoritas Kekayaan Berasal dari Properti

Aset terbesar yang dimiliki Abi Nurwardani berasal dari tanah dan bangunan.

Nilai keseluruhan aset properti yang tercatat dalam laporan mencapai Rp8,536 miliar.

Secara rinci, Abi memiliki tiga bidang tanah dan bangunan yang tersebar di dua daerah berbeda.

Aset pertama berupa tanah dan bangunan seluas 884 meter persegi dan bangunan 300 meter persegi di Kabupaten Sleman dengan nilai Rp3,536 miliar.

Selain itu, terdapat tanah dan bangunan seluas 940 meter persegi dan bangunan 500 meter persegi yang juga berada di Sleman dengan nilai Rp3,5 miliar.

Sementara itu, aset lainnya berada di Kabupaten Muara Enim dengan luas tanah dan bangunan masing-masing 160 meter persegi yang bernilai Rp1,5 miliar.

Dengan komposisi tersebut, sektor properti menjadi penyumbang terbesar dalam total kekayaan yang dilaporkan.

Memiliki Motor dan Simpanan Tunai

Selain properti, Abi juga melaporkan kepemilikan kendaraan bermotor.

Dalam LHKPN, kendaraan yang tercatat berupa satu unit Yamaha NMAX tahun 2021 dengan nilai Rp30 juta.

Kemudian, terdapat harta bergerak lainnya senilai Rp40 juta.

Tak hanya itu, Abi juga memiliki kas dan setara kas sebesar Rp459 juta.

Selanjutnya, kategori harta lainnya tercatat mencapai Rp937,4 juta.

Jika seluruh aset tersebut dijumlahkan, nilai total harta mencapai Rp10.002.401.500.

Namun setelah dikurangi utang sebesar Rp214.645.000, total kekayaan bersih menjadi Rp9,78 miliar.

Baru Menjabat Sekretaris Dinas pada 2026

Abi Nurwardani diketahui belum lama menduduki jabatan Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Muara Enim.

Ia resmi menempati posisi tersebut pada pertengahan Februari 2026.

Sebelum terseret kasus hukum, Abi dikenal memiliki latar belakang pendidikan yang cukup kuat.

Ia merupakan lulusan Pascasarjana Universitas Negeri Yogyakarta dengan gelar Magister Olahraga atau M.Or.

Selain berkarier di lingkungan birokrasi daerah, namanya juga dikenal dalam berbagai aktivitas pendidikan dan olahraga di tingkat lokal.

Namun, masa jabatannya sebagai sekretaris dinas berlangsung singkat setelah namanya masuk dalam perkara yang ditangani KPK.

Tersangka Abi Nurwardan, Adi Triadi Bersama Bupati Muara Enim Edison
Tersangka Abi Nurwardan, Adi Triadi Bersama Bupati Muara Enim Edison

KPK Tetapkan Empat Orang Sebagai Tersangka

Dalam kasus ini, KPK menetapkan empat orang sebagai tersangka dari total sepuluh pihak yang diamankan dalam operasi tangkap tangan.

Selain Abi Nurwardani, penyidik menetapkan Bupati Muara Enim Edison sebagai tersangka dari unsur penyelenggara negara.

Sementara itu, dua tersangka lain berasal dari pihak swasta yakni Adi Triadi dan Cory Erin Hardi.

Menurut KPK, kasus tersebut berkaitan dengan dugaan suap proyek pengadaan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Muara Enim.

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menjelaskan bahwa salah satu tersangka dari unsur penyelenggara negara adalah bupati aktif saat operasi berlangsung.

KPK Sita Uang dan Rekening Hampir Rp2 Miliar

Dalam rangkaian operasi tangkap tangan tersebut, KPK turut mengamankan sejumlah barang bukti bernilai besar.

Penyidik menyita uang tunai dalam berbagai mata uang serta sejumlah rekening yang diduga berkaitan dengan perkara.

Nilai keseluruhan barang bukti yang diamankan mencapai hampir Rp2 miliar.

Menurut KPK, rekening tersebut diduga menjadi sarana penampungan dana yang berkaitan dengan proyek pengadaan.

Yang menarik, penyidik juga menemukan penggunaan rekening nominee dengan pola buka dan tutup rekening untuk menyalurkan dana secara bertahap.

Saat ini, Abi Nurwardani bersama tersangka lainnya telah menjalani proses penahanan sambil menunggu tahapan penyidikan lebih lanjut dari KPK.