Alasan Prabowo ganti pimpinan BGN terungkap setelah pemerintah mengevaluasi pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama sekitar 1,5 tahun. Evaluasi tersebut menyoroti persoalan kedisiplinan, tata kelola, hingga kualitas layanan yang menjadi dasar pembentukan kepemimpinan baru di Badan Gizi Nasional.
Prabowo Rombak Jajaran Pimpinan Badan Gizi Nasional
Alasan Prabowo ganti pimpinan BGN menjadi perhatian setelah Presiden melakukan perombakan besar di jajaran Badan Gizi Nasional (BGN) pada awal Juni 2026. Langkah tersebut diambil setelah pemerintah menyelesaikan evaluasi terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Evaluasi dilakukan terhadap kinerja lembaga selama kurang lebih satu setengah tahun. Hasilnya menunjukkan sejumlah catatan yang berkaitan dengan pelaksanaan program, mulai dari disiplin organisasi hingga tata kelola.
Pemerintah menilai pembenahan kepemimpinan diperlukan agar pelaksanaan program MBG berjalan sesuai tujuan yang telah ditetapkan.
Pemerintah Soroti SOP, Tata Kelola, dan Kualitas Makanan

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa evaluasi pemerintah menemukan beberapa aspek yang perlu segera diperbaiki.
Selain kepatuhan terhadap standar operasional prosedur (SOP), pemerintah juga menyoroti disiplin dalam tata kelola organisasi dan pengawasan terhadap kualitas makanan dalam program MBG.
“Ada yang berkenaan dengan masalah kedisiplinan di dalam menjalankan SOP, ada yang berkenaan dengan masalah kedisiplinan di dalam menjalankan tata kelola, termasuk kedisiplinan di dalam menjaga kualitas dari makanan yang seharusnya sudah ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional,” kata Prasetyo Hadi dalam konferensi pers pada Selasa (2/6/2026).
Dalam konteks tersebut, pemerintah memandang pergantian pimpinan sebagai bagian dari upaya memperkuat pelaksanaan program secara menyeluruh.
Tiga Pimpinan Lama Dicopot dari Jabatan
Perombakan organisasi tidak hanya berupa rotasi jabatan. Presiden juga mencopot tiga pimpinan BGN periode sebelumnya.
Mereka adalah Kepala BGN Dadan Hindayana, Wakil Kepala BGN Lodewyk Pusung, serta Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya.
Perkembangan tersebut berlangsung di tengah penyidikan dugaan korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gratis yang ditangani Kejaksaan Agung. Ketiga mantan pimpinan tersebut telah berstatus sebagai tersangka dalam perkara tersebut.
Pimpinan Baru BGN Mulai Jalankan Pembenahan
Setelah pergantian dilakukan, Presiden menunjuk Nanik S. Deyang sebagai Kepala BGN. Sementara itu, posisi Wakil Kepala BGN ditempati Agustina Arumsari bersama Mayjen TNI Trenggono.
Penunjukan Agustina menjadi sorotan karena memiliki pengalaman panjang di bidang pengawasan keuangan dan investigasi selama berkarier di Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).
Di sisi lain, kepemimpinan baru langsung mulai memetakan persoalan yang muncul dalam pelaksanaan program MBG.
Agustina mengungkapkan bahwa dirinya menemukan sejumlah permasalahan sejak mulai menjalankan tugas.
“Beberapa permasalahan memang sudah kami lihat, seperti masalah data. Kemudian juga ada beberapa kluster-kluster permasalahan yang mungkin kita akan refocusing penerima manfaat yang tujuannya itu adalah efisiensi anggaran,” ujarnya pada Senin (8/6/2026).
Fokus Perbaikan pada Tata Kelola dan Koordinasi
Selain melakukan evaluasi data penerima manfaat, pimpinan baru juga menyiapkan pembenahan terhadap koordinasi internal organisasi.
Menurut Agustina, pola kepemimpinan akan dijalankan secara kolektif agar komunikasi antarkedeputian menjadi lebih efektif.
Dengan cara tersebut, BGN berharap penggunaan anggaran dan pelaksanaan program dapat berjalan lebih efisien.
“Kami ingin supaya permasalahannya itu nanti, salah satunya adalah masalah bagaimana kolaborasi internal sendiri yang mungkin kurang. Jadi antarkedeputian, anggaran dan sebagainya itu kami lihat belum bisa diefisienkan secara optimal,” katanya.
Pemerintah menempatkan kepemimpinan baru sebagai bagian dari proses pembenahan organisasi. Melalui kombinasi pengalaman di bidang pengawasan, manajemen, dan militer, BGN diarahkan untuk memperkuat tata kelola program Makan Bergizi Gratis dengan fokus pada penerima manfaat, peningkatan kualitas layanan, serta penguatan sistem pengawasan internal.
