Dugaan mobilisasi massa aksi Indonesia SekaratKontraS Surabaya mengungkap dugaan mobilisasi massa aksi #IndonesiaSekarat setelah menemukan remaja diduga menerima pengarahan dan amplop.

Dugaan mobilisasi massa aksi #IndonesiaSekarat menjadi sorotan setelah KontraS Surabaya mengaku menemukan sekelompok remaja yang diduga menerima pengarahan dan amplop sebelum bergabung ke massa aksi di depan Gedung Negara Grahadi.

Dugaan mobilisasi massa aksi #IndonesiaSekarat di Surabaya menjadi perhatian setelah Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Surabaya memaparkan hasil pemantauan lapangan terkait demonstrasi di depan Gedung Negara Grahadi, Jumat (26/6).

KontraS menduga terdapat upaya terorganisir untuk memancing kericuhan dalam aksi tersebut. Dugaan itu muncul setelah tim pemantau menemukan aktivitas mencurigakan yang melibatkan sejumlah remaja sebelum demonstrasi berlangsung.

Kepala Biro Kampanye HAM KontraS Surabaya, Zaldi Maulana, menjelaskan temuan tersebut diperoleh langsung oleh tim pemantau yang berada di lokasi aksi.

KontraS Temukan Dugaan Briefing Sebelum Aksi

Menurut Zaldi, sekitar pukul 16.10 WIB terdapat sekitar 10 remaja berkumpul di depan Kantor Pos Indonesia, sisi Taman Apsari yang berada tidak jauh dari Gedung Grahadi.

Sekitar 30 menit kemudian, empat pria berbadan tegap dengan pakaian serba hitam datang menghampiri kelompok tersebut.

Mereka disebut memberikan pengarahan singkat kepada para remaja sebelum aksi berlangsung.

Berselang 30 menit, empat orang berbadan tegap berpakaian serba hitam melakukan semacam briefing kepada 10 anak tersebut.

Diduga Menerima Amplop Sebelum Bergabung

Yang menjadi sorotan, setelah pengarahan selesai salah seorang pria diduga memasukkan sesuatu menyerupai amplop ke saku masing-masing remaja.

Tak lama kemudian, kelompok tersebut berjalan menuju massa aksi yang datang dari arah Monumen Kapal Selam.

Mereka kemudian berbaur dengan peserta aksi di sisi kiri Gedung Negara Grahadi.

Tak lama setelah briefing, salah satu dari empat orang itu memasukkan sesuatu, diduga seperti amplop, ke saku masing-masing anak.

Pemantauan Berakhir Saat Kelompok Hilang

KontraS mengaku terus mengikuti pergerakan kelompok tersebut hingga menjelang waktu magrib.

Namun, pemantauan akhirnya terputus ketika kelompok itu bergeser ke sekitar jembatan penyeberangan orang.

Sebelum menghilang dari pantauan, para remaja terlihat menuju lokasi tempat sebagian massa bermain bola.

Berdasarkan rangkaian temuan itu, KontraS menduga terdapat aktivitas yang mengarah pada mobilisasi massa untuk memicu kerusuhan.

Polisi Belum Memberikan Tanggapan

Hingga berita ini ditulis, KontraS menyebut upaya konfirmasi kepada Kapolrestabes Surabaya Kombes Luthfie Sulistiawan, Kasi Humas Polrestabes Surabaya AKP Hadi Ismanto, dan Kasatreskrim AKBP Edy Herwiyanto belum memperoleh tanggapan.

Dengan demikian, dugaan mobilisasi massa tersebut masih sebatas temuan hasil pemantauan lapangan yang dipaparkan KontraS Surabaya.