bahasakita.id – Arus balik bus di Tasikmalaya membludak pada H+3 Lebaran, Rabu (25/3/2026), seiring sulitnya mendapatkan tiket kereta api, membuat warga beralih ke transportasi darat meski harus berebut kursi.
Pantauan di sejumlah pool bus menunjukkan lonjakan penumpang yang signifikan. Warga terlihat memenuhi area tunggu sejak pagi, menanti keberangkatan menuju berbagai kota tujuan.
Fenomena ini mencerminkan pergeseran pilihan transportasi pada arus balik, terutama ketika moda lain tidak lagi tersedia.
Lonjakan Penumpang di Pool Bus
Kepadatan terlihat di pool bus Budiman dan Primajasa di Kota Tasikmalaya. Calon penumpang memenuhi area keberangkatan sambil menunggu armada datang.
Sebagian penumpang tampak duduk, sementara lainnya berdiri mengantre. Suasana ramai terjadi hampir sepanjang waktu.
Petugas operasional PO Budiman, Ahmad Lujen, menyebut peningkatan jumlah penumpang terjadi secara terus-menerus.
“Iya meningkat terus. Untuk tiket ada yang pesan online dan langsung,” ujarnya.
Tujuan perjalanan juga beragam. Rute menuju Cikarang, Jakarta, Depok, Bogor, Tangerang, Bandung, hingga Bekasi menjadi yang paling banyak diminati.
Dalam konteks ini, arus balik bus tidak hanya tinggi dari sisi jumlah, tetapi juga luas dari sisi tujuan perjalanan.
Peralihan dari Kereta ke Bus
Sulitnya mendapatkan tiket kereta api menjadi salah satu faktor utama lonjakan penumpang bus.
Sejumlah warga mengaku tidak memiliki pilihan lain selain menggunakan bus untuk kembali ke kota tujuan.
Salah satunya Herlinda (38), warga Cipedes, Kota Tasikmalaya.
“Ya harus gimana lagi dinikmati saja, namanya juga mudik,” ujarnya.
Ia mengaku harus membeli tiket bus setelah tidak mendapatkan tiket kereta. Meski demikian, proses mendapatkan tiket bus juga tidak mudah.
Dalam praktiknya, calon penumpang harus bersaing dengan penumpang lain yang memiliki tujuan serupa.
Antrean dan Ketidakpastian Keberangkatan
Di lapangan, penumpang tidak hanya menghadapi antrean panjang, tetapi juga ketidakpastian jadwal keberangkatan.
Beberapa armada bus datang terlambat akibat padatnya arus kendaraan di jalur utama.
Akibatnya, penumpang harus menunggu lebih lama dari jadwal yang direncanakan.
Kondisi ini menambah tekanan bagi penumpang yang ingin segera kembali ke tempat kerja atau aktivitas rutin.
Sementara itu, Lujen memperkirakan lonjakan penumpang akan terus terjadi hingga Sabtu (29/3/2026).
Hal ini berkaitan dengan berakhirnya masa libur sekolah, yang mendorong pergerakan warga kembali ke kota tujuan.
Fenomena ini menunjukkan bahwa arus balik bus menjadi pilihan utama ketika moda transportasi lain tidak mampu menampung kebutuhan penumpang.
