Presiden Prabowo instruksikanPresiden Prabowo instruksikan Pengajaran Bahasa Prancis di sekolah.

Bahasa Kita – Rencana pengajaran Bahasa Prancis di seluruh sekolah Indonesia mulai menjadi perhatian DPR setelah Presiden Prabowo Subianto menyampaikan instruksi tersebut saat bertemu Presiden Prancis Emmanuel Macron di Paris. Komisi X DPR menilai pemerintah perlu memberikan penjelasan rinci mengenai arah kebijakan tersebut.

Wakil Ketua Komisi X DPR Lalu Hadrian mengatakan pihaknya akan meminta penjelasan langsung dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah dalam rapat kerja mendatang. Menurutnya, kebijakan pendidikan harus memiliki dasar yang jelas sebelum diterapkan secara luas.

Pernyataan itu muncul setelah Prabowo mengumumkan bahwa seluruh tingkatan sekolah di Indonesia harus mempelajari Bahasa Prancis sebagai bagian dari persiapan menghadapi perkembangan dunia pada masa depan.

DPR Akan Meminta Kejelasan Kebijakan Bahasa Prancis

Lalu menegaskan DPR perlu mengetahui secara rinci bagaimana pemerintah akan menjalankan kebijakan tersebut. Ia mengingatkan bahwa sebelumnya juga pernah muncul gagasan pengajaran Bahasa Portugis di sekolah.

Namun hingga kini belum terlihat langkah lanjutan yang jelas.

Untuk kejelasan wajib belajar bahasa Prancis di sekolah, kami tentu akan meminta Kemendikdasmen menjelaskannya pada raker dengan kami nanti. Karena sebelumnya juga sempat muncul wacana Bahasa Portugis, namun sampai sekarang belum terlihat tindak lanjut baik dari sisi roadmap, regulasi, maupun kesiapan implementasinya,” kata Lalu.

Menurutnya, pemerintah perlu menjelaskan apakah kebijakan Bahasa Prancis sudah masuk tahap perencanaan resmi atau masih berupa gagasan yang belum menjadi program nasional.

Yang jadi sorotan, hingga saat ini belum ada penjelasan mengenai kurikulum, target pelaksanaan, maupun kesiapan sekolah dalam menerima kebijakan baru tersebut.

Bahasa Asing Penting, Tetapi Harus Berdasarkan Kebutuhan Nasional

Lalu menilai penguasaan bahasa asing tetap memiliki nilai strategis bagi pelajar Indonesia. Kemampuan tersebut dapat membantu siswa menghadapi persaingan global yang semakin terbuka.

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa setiap kebijakan pendidikan harus disusun berdasarkan kebutuhan nasional.

Selain itu, kesiapan tenaga pendidik juga menjadi faktor penting yang tidak bisa diabaikan.

Wakil Ketua Komisi X DPR RI Lalu Hadrian Irfani
Wakil Ketua Komisi X DPR RI Lalu Hadrian Irfani

Jangan sampai publik melihat kebijakan ini hanya sebagai bagian dari agenda diplomasi internasional tanpa perencanaan pendidikan yang matang,” ujarnya.

Dalam konteks tersebut, DPR ingin memastikan bahwa kebijakan Bahasa Prancis memiliki dasar pendidikan yang kuat dan bukan sekadar respons terhadap hubungan bilateral antarnegara.

DPR Pertanyakan Status Instruksi Prabowo

Lalu mengatakan pihaknya akan meminta penjelasan langsung kepada Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah mengenai status kebijakan tersebut.

Ia ingin mengetahui apakah pengajaran Bahasa Prancis telah ditetapkan sebagai prioritas pendidikan nasional atau masih dalam tahap pembahasan awal.

Apakah rencana ini benar-benar menjadi prioritas pendidikan nasional ataukah masih wacana,” katanya.

Menurutnya, kejelasan status kebijakan menjadi penting agar sekolah tidak mengalami kebingungan dalam mempersiapkan pelaksanaannya.

Usulan Penerapan Bertahap di Sekolah

Selain meminta penjelasan pemerintah, Lalu juga mengusulkan pendekatan yang lebih bertahap jika Bahasa Prancis nantinya masuk ke lingkungan pendidikan nasional.

Menurutnya, pelaksanaan tidak harus langsung diterapkan secara menyeluruh di seluruh sekolah.

Menurut kami, jika kesiapan belum menyeluruh, maka penerapannya sebaiknya dilakukan secara bertahap, sebagai mata pelajaran pilihan, atau program khusus di sekolah tertentu,” tuturnya.

Pendekatan tersebut dinilai lebih realistis karena membutuhkan kesiapan guru, kurikulum, serta sarana pembelajaran.

Hal serupa tentang pengkajian ulang wacana ini juga di sampaikan oleh Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan, Djarot Saiful Hidayat

Sebelumnya, Prabowo menyampaikan instruksi pengajaran Bahasa Prancis saat berkunjung ke Istana Kepresidenan Élysée, Paris, pada 28 Mei 2026. Di hadapan Presiden Emmanuel Macron, Prabowo menyatakan seluruh jenjang sekolah di Indonesia harus belajar Bahasa Prancis untuk menghadapi perkembangan dunia ke depan.