Bahasa Kita – Bahasa Prancis menjadi sorotan setelah Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan seluruh jenjang sekolah di Indonesia untuk mengajarkan bahasa tersebut kepada siswa. Arahan itu disampaikan langsung saat pertemuan dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron di Istana Kepresidenan Élysée, Paris.
Instruksi tersebut muncul di tengah hubungan bilateral Indonesia dan Prancis yang disebut berada pada tingkat terbaik dalam beberapa tahun terakhir. Selain kerja sama pertahanan dan teknologi, sektor pendidikan kini menjadi salah satu fokus yang ingin diperkuat kedua negara.
Prabowo menilai hubungan yang erat dengan Prancis membuka peluang kerja sama yang lebih luas, termasuk dalam bidang pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia.
Hubungan Indonesia dan Prancis Semakin Erat
Dalam kunjungannya ke Paris, Prabowo menyampaikan apresiasi atas sambutan yang diberikan pemerintah Prancis kepada dirinya dan delegasi Indonesia.
Ia mengungkapkan bahwa sepanjang tahun 2026 dirinya telah tiga kali mengunjungi Prancis. Frekuensi pertemuan tersebut menjadi gambaran semakin intensifnya hubungan kedua negara.
“Terima kasih atas penerimaan yang begitu besar, baik, dan penuh penghormatan kepada saya serta delegasi saya. Saya menyampaikan terima kasih. Tahun ini saja saya sudah tiga kali ke Prancis,” kata Prabowo.
Menurutnya, Indonesia dan Prancis saat ini menikmati hubungan bilateral yang sangat baik. Kondisi tersebut didukung komunikasi yang intens antara kedua kepala negara.
Bahasa Prancis Jadi Bagian Penguatan Pendidikan
Di bidang pendidikan, Prabowo menyatakan Indonesia ingin meningkatkan kerja sama dengan Prancis secara lebih luas. Salah satu langkah yang disampaikan adalah pengajaran Bahasa Prancis di sekolah.

“Saat ini hubungan bilateral kita sangat baik, tak lain karena dukungan langsung dari Presiden Macron. Di bidang pertahanan, hubungan kita sangat baik. Kerja sama sains dan teknologi juga sangat baik. Di dunia pendidikan, kita ingin meningkatkan kerja sama lebih jauh lagi,” katanya.
Tak berhenti di situ, Prabowo kemudian mengumumkan instruksi agar Bahasa Prancis dipelajari oleh siswa di seluruh tingkatan pendidikan.
“Sekarang saya sudah menginstruksikan bahwa semua tingkatan sekolah di Indonesia harus belajar bahasa Prancis, melihat perkembangan dunia ke depan,” ujarnya.
Menurut Prabowo, langkah tersebut berkaitan dengan kebutuhan menghadapi dinamika global yang terus berkembang.
Prabowo Soroti Sejumlah Kesamaan dengan Prancis
Dalam pertemuan yang sama, Prabowo juga memuji kepemimpinan Macron di tingkat internasional. Ia menilai Prancis memiliki sejumlah kesamaan pandangan dengan Indonesia dalam berbagai isu.
“Kepemimpinan Presiden Macron di dunia internasional sangat terasa. Presiden Macron selalu berani mengambil sikap yang positif, sikap yang tegas, sesuai prinsip-prinsip yang dipegang oleh Republik Prancis,” katanya.
Menurut Prabowo, kesamaan sikap tersebut menjadi salah satu faktor yang memperkuat hubungan kedua negara.
Indonesia Pernah Diundang dalam Bastille Day
Prabowo juga mengingatkan bahwa Indonesia mendapat kehormatan besar ketika diundang dalam defile Hari Nasional Prancis pada 14 Juli 2025.
Menurutnya, keikutsertaan Indonesia dalam acara tersebut menjadi simbol hubungan yang erat antara kedua negara.
“Tahun lalu, Indonesia juga mendapat penghormatan besar karena diundang ikut dalam defile 14 Juli, Hari Nasional Republik Prancis. Ini merupakan kehormatan besar bagi kami,” katanya.
Ia bahkan menyebut Indonesia kemungkinan menjadi negara Asia pertama yang mengikuti defile tersebut di Eropa.
Dengan latar hubungan yang semakin kuat, pengajaran Bahasa Prancis kemudian muncul sebagai salah satu agenda yang mendapat perhatian dalam kerja sama pendidikan antara Indonesia dan Prancis.
