Bahasa Kita – Perayaan hari ulang tahun ke-10 Bank Sampah Mawar Biru Kota Tegal tidak hanya berfokus pada edukasi lingkungan, tetapi juga mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat. Kegiatan yang digelar Sabtu (16/5/2026) itu melibatkan pelaku UMKM lokal, warga sekitar, hingga generasi muda dalam berbagai aktivitas pengelolaan sampah bernilai ekonomi.
Berbagai stand bazar UMKM disiapkan selama kegiatan berlangsung. Kehadiran bazar tersebut dimanfaatkan untuk membantu promosi produk milik warga sekaligus menggerakkan aktivitas ekonomi lokal.
Di sisi lain, panitia juga menggelar workshop pengolahan sampah rumah tangga. Pelatihan tersebut diarahkan agar masyarakat memiliki keterampilan tambahan yang dapat dikembangkan menjadi peluang usaha baru.
Kegiatan ini menjadi sorotan karena menggabungkan edukasi lingkungan dengan penguatan ekonomi kreatif berbasis masyarakat.
Bank Sampah Mawar Biru Dorong UMKM Lokal Tumbuh
Duta Genre Kota Tegal 2025 sekaligus perwakilan Bank Sampah Mawar Biru, Fariz Satria Tsalatsa, mengatakan kegiatan tersebut berhasil melibatkan sedikitnya 12 pelaku UMKM lokal.
Menurutnya, keterlibatan UMKM menjadi bagian penting dari pelaksanaan kegiatan lingkungan yang selama ini dijalankan Bank Sampah Mawar Biru.
“Untuk manfaatnya alhamdulillah kami berhasil menjaring sekitar 12 UMKM lokal. Jadi manfaatnya yang pertama kami juga menggerakkan perekonomian warga sekitar melalui UMKM,” ujar Fariz Satria Tsalatsa.
Yang jadi sorotan, konsep kegiatan tidak hanya menempatkan warga sebagai peserta, tetapi juga sebagai pelaku ekonomi yang mendapat ruang promosi secara langsung.
Berbagai produk lokal dipamerkan dalam bazar selama acara berlangsung. Kehadiran stand UMKM juga menarik perhatian pengunjung yang datang mengikuti rangkaian perayaan ulang tahun Bank Sampah Mawar Biru.
Dalam praktiknya, kegiatan seperti ini dinilai mampu membantu pelaku usaha kecil memperluas jangkauan pasar sekaligus memperkenalkan produk mereka kepada masyarakat sekitar.
Tak hanya itu, kolaborasi antara pengelolaan sampah dan UMKM dianggap membuka peluang ekonomi baru di tingkat lokal.
Pengolahan Sampah Diarahkan Jadi Peluang Ekonomi Baru
Selain bazar UMKM, workshop pengolahan sampah menjadi agenda utama dalam kegiatan tersebut. Warga mendapatkan pelatihan memanfaatkan sampah rumah tangga menjadi produk yang memiliki nilai guna.
Beberapa produk yang dihasilkan dalam workshop antara lain keset dan pot tanaman. Produk-produk tersebut diharapkan tidak hanya digunakan sendiri, tetapi juga dapat dijual kembali sebagai sumber penghasilan tambahan.
Menurut Fariz, generasi muda memiliki peran penting dalam mengubah cara pandang masyarakat terhadap sampah.
Ia menilai sampah tidak seharusnya hanya dipandang sebagai barang buangan. Dalam sudut pandang berbeda, sampah justru bisa diolah menjadi produk kreatif bernilai ekonomi.
“Dapat menginspirasi juga sebagai anak muda untuk bisa mengelola sampah dan menjadikan sampah ini itu bukan hanya untuk dibuang, tapi juga bisa dikolaborasikan, bisa di kreativitaskan untuk menjadi uang ataupun nilai yang lebih bermakna,” kata Fariz.
Dalam konteks tersebut, kegiatan Bank Sampah Mawar Biru juga diarahkan untuk membangun kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sampah berkelanjutan.
Di waktu yang sama, kegiatan ini menunjukkan bahwa isu lingkungan dapat berjalan berdampingan dengan pemberdayaan ekonomi warga.
Bank Sampah Mawar Biru berharap program serupa dapat terus berkembang di Kota Tegal. Selain meningkatkan kesadaran terhadap pengelolaan sampah, kegiatan tersebut diharapkan mampu memperkuat ekonomi kreatif berbasis lingkungan di tengah masyarakat.
