Rumah Sakit Kardiologi EmiratesRumah Sakit Kardiologi Emirates Indonesia Siap Layani Pasien BPJS

Bahasa Kita – Rumah Sakit Kardiologi Emirates-Indonesia di Kota Solo resmi melayani pasien peserta BPJS Kesehatan setelah grand launching yang digelar pada Rabu, 13 Mei 2026. Kehadiran layanan ini membuka akses perawatan jantung bagi peserta BPJS, baik melalui rujukan fasilitas kesehatan tingkat pertama maupun penanganan gawat darurat.

Peluncuran kerja sama tersebut dihadiri Wali Kota Solo Respati Ardi, Direktur RS Kardiologi Emirates-Indonesia dr. Ali Zaenal Abidin, serta Kepala BPJS Kesehatan Cabang Solo Debbie Nianta Musigiasari.

Sementara itu, Direktur Jaminan Pelayanan Kesehatan Abdi Kurniawan dan Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono mengikuti agenda secara daring.

Kerja sama layanan BPJS Kesehatan di rumah sakit khusus jantung ini menjadi perhatian karena memperluas pilihan layanan kesehatan spesialis bagi masyarakat Solo maupun wilayah sekitar Jawa Tengah.

Layanan BPJS Kesehatan di RS Jantung Solo Mulai Beroperasi

Direktur RS Kardiologi Emirates-Indonesia dr. Ali Zaenal Abidin menjelaskan mekanisme pelayanan pasien BPJS tetap mengikuti ketentuan yang berlaku.

Pasien dalam kondisi darurat dapat langsung datang ke Unit Gawat Darurat rumah sakit. Namun untuk pasien dengan kondisi stabil, proses pelayanan dilakukan melalui sistem rujukan dari FKTP.

Mekanisme pada pasien BPJS kalau memang indikasi kegawatdaruratan, bisa langsung datang ke Unit Gawat Darurat kami. Akan tetapi pasien-pasien stabil nanti memang prosesnya tetap melalui rujukan melalui FKTP,” kata dr. Ali Zaenal Abidin.

Menurutnya, kerja sama dengan BPJS Kesehatan sejalan dengan konsep utama rumah sakit yang ingin memperluas manfaat layanan kesehatan bagi masyarakat Indonesia.

Ia menambahkan, hampir seluruh tindakan penanganan jantung saat ini sudah tercakup dalam pembiayaan BPJS Kesehatan.

Sebagaimana yang kita ketahui saat ini BPJS Kesehatan sudah merupakan universal health coverage. Sudah lebih dari 98 persen masyarakat Indonesia. Sehingga harapannya dengan masuknya BPJS Kesehatan bisa semua lapisan kalangan masyarakat melakukan perawatan di sini,” ujarnya.

Tak hanya itu, layanan yang ditanggung juga mencakup tindakan katerisasi pada pasien serangan jantung hingga operasi bedah jantung.

Kapasitas Rumah Sakit dan Akses Pasien Jantung di Solo

Meskipun sudah melayani peserta BPJS Kesehatan, kapasitas Rumah Sakit Kardiologi Emirates-Indonesia saat ini masih terbatas.

Secara keseluruhan, rumah sakit memiliki 100 tempat tidur. Jumlah tersebut terdiri dari 64 bed rawat inap biasa, hampir 18 bed ICU, dan sekitar 10 bed di Instalasi Gawat Darurat.

Dalam konteks tersebut, keberadaan rumah sakit spesialis jantung ini dinilai menjadi alternatif layanan kesehatan baru bagi masyarakat Solo dan daerah sekitar.

Wali Kota Solo Respati Ardi menyebut kerja sama BPJS Kesehatan dengan RS Kardiologi Emirates-Indonesia menjadi bagian dari pemerataan akses kesehatan.

Ini menjawab tantangan betul bahwa di sekitar tidak hanya warga Solo tapi Jateng bahkan lintas Provinsi untuk dapat menjadi alternatif berobat,” ucap Respati Ardi.

Ia mengatakan target kerja sama yang sebelumnya diperkirakan berjalan enam bulan ternyata dapat direalisasikan lebih cepat.

Data Kepesertaan BPJS Kesehatan di Kota Solo

BPJS Kesehatan Cabang Solo mencatat tingkat kepesertaan di Kota Solo saat ini sudah mendekati 98 persen.

Sementara itu, tingkat keaktifan peserta tercatat berada di atas 88 persen. Data tersebut menunjukkan mayoritas masyarakat di Kota Bengawan telah masuk dalam sistem jaminan kesehatan nasional.

Yang jadi sorotan, tingginya kepesertaan BPJS di Solo kini diikuti dengan bertambahnya akses layanan spesialis jantung. Hal ini diharapkan dapat mempercepat penanganan pasien penyakit kardiovaskular di wilayah Solo dan sekitarnya.