Gunung Anak Krakatau Siaga, bahasa kitaGunung Anak Krakatau Siaga setelah erupsi 10 September 2026. Badan Geologi menyebut peluang letusan dekat masih tinggi dan radius 3 km dibatasi.

Gunung Anak Krakatau masih berstatus Siaga saat erupsi kembali terjadi. Badan Geologi menyebut peluang letusan dalam waktu dekat masih tinggi.

Gunung Anak Krakatau masih berstatus Siaga setelah kembali mengalami erupsi pada Kamis (10/9) pagi.

Badan Geologi terus mengevaluasi aktivitas vulkanik gunung api tersebut. Pada saat yang sama, peluang letusan dalam waktu dekat masih tinggi.

Kepala Badan Geologi Lana Saria menyebut energi aktivitas Gunung Anak Krakatau cenderung rendah. Namun, aktivitasnya tetap menunjukkan pola yang berfluktuasi.

Aktivitas Gunung Anak Krakatau Berfluktuasi

Menurut Lana, kondisi vulkanik Gunung Anak Krakatau terlihat dari nilai perataan amplitudo RSAM.

RSAM merupakan Realtime Seismic Amplitude Measurement yang digunakan untuk melihat perkembangan aktivitas seismik gunung api.

Meski energi aktivitas cenderung rendah, pemantauan tetap berlangsung. Badan Geologi juga terus melakukan evaluasi terhadap perkembangan gunung api tersebut.

Yang patut dicatat, aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau sudah berlangsung sejak 4 September 2026.

Erupsi kembali tercatat pada Kamis pukul 09.10 WIB. Seismograf mencatat amplitudo maksimum 47 mm dengan durasi 17 detik.

Erupsi Terjadi Dua Kali dalam Periode Terbaru

Sehari sebelumnya, Gunung Anak Krakatau juga mengalami erupsi pada 9 September pukul 00.47 WIB.

Pada kejadian tersebut, seismograf mencatat amplitudo maksimum 51 mm. Durasi erupsi mencapai 28 detik.

Sementara itu, petugas tidak mengamati visual letusan pada erupsi dini hari tersebut.

Dampaknya, pemerintah tetap mempertahankan status Level III atau Siaga untuk Gunung Anak Krakatau.

ESDM Batasi Aktivitas Radius 3 Kilometer

Karena aktivitas masih berlangsung, Kementerian ESDM meminta masyarakat tidak mendekati kawasan kawah aktif.

Larangan tersebut mencakup masyarakat, pengunjung, wisatawan, dan pendaki. Mereka harus berada di luar radius 3 kilometer dari kawah aktif.

Di sisi lain, kawasan Gunung Anak Krakatau berada di perairan Selat Sunda. Pemerintah masih memantau kondisi gunung tersebut.

Lebih jauh, Lana menegaskan perkembangan aktivitas vulkanik masih menjadi bahan pemantauan dan evaluasi.

Faktanya, meski energi aktivitas cenderung rendah, kemungkinan letusan dalam beberapa waktu dekat masih tinggi.

Oleh sebab itu, status Siaga tetap berlaku bersamaan dengan pemantauan aktivitas erupsi yang terus berlangsung.

One thought on “Gunung Anak Krakatau Siaga, Erupsi Masih Berlanjut”

Comments are closed.