harga emas turun

Harga Emas Turun 0,7 Persen, Tertekan Suku Bunga Tinggi

Bahasa Kita – Harga emas melemah pada perdagangan Jumat malam dan berpotensi mencatat penurunan mingguan di tengah tekanan inflasi serta ekspektasi suku bunga tinggi yang berkepanjangan.

Data perdagangan menunjukkan harga emas spot turun 0,7 persen menjadi US$ 4.588,32 per ons troi. Bahkan, sempat menyentuh level terendah di US$ 4.559,48 per ons troi.

Secara mingguan, harga emas diperkirakan turun sekitar 2,3 persen. Penurunan ini terjadi seiring perubahan arah kebijakan moneter global.

Mengapa Harga Emas Melemah Pekan Ini?

Tekanan terhadap harga emas dipicu oleh sinyal kebijakan dari Federal Reserve yang menunjukkan suku bunga akan tetap tinggi.

Analis EverBank, Chris Gaffney, menyebut inflasi masih menjadi perhatian utama bank sentral.

Suku bunga kemungkinan tetap tinggi dalam waktu dekat,” ujarnya.

Dalam konteks ini, inflasi yang belum mereda membuat kebijakan moneter tetap ketat.

Kondisi tersebut berdampak langsung pada pergerakan harga emas di pasar global.

Peran Inflasi dan Harga Energi

Harga minyak yang masih berada di kisaran US$ 110 per barel turut memperkuat tekanan inflasi global.

Kenaikan biaya energi berpotensi meningkatkan harga barang dan jasa secara luas.

Akibatnya, bank sentral cenderung mempertahankan suku bunga tinggi untuk mengendalikan inflasi.

Dalam praktiknya, kondisi ini menjadi faktor utama pelemahan harga emas.

Dampak Suku Bunga Tinggi terhadap Harga Emas

Emas merupakan aset tanpa imbal hasil, sehingga sensitif terhadap perubahan suku bunga.

Ketika suku bunga tinggi, investor cenderung beralih ke instrumen lain seperti obligasi pemerintah yang menawarkan imbal hasil lebih menarik.

Perpindahan ini menyebabkan permintaan emas menurun.

Akibatnya, harga emas mengalami tekanan dalam jangka pendek.

Sementara itu, kontrak emas berjangka AS untuk pengiriman Juni 2026 juga turun 0,6 persen menjadi US$ 4.600 per ons troi.

Pergerakan Logam Mulia Lainnya

Di sisi lain, pergerakan logam mulia lain menunjukkan tren yang berbeda.

Harga perak justru naik 1,4 persen menjadi US$ 74,78 per ons troi.

Analis Saxo Bank menyebut prospek jangka panjang perak tetap positif.

Permintaan dari sektor energi surya dan investor masih kuat,” ujarnya.

Selain itu, defisit pasar dan berkurangnya persediaan turut mendukung kenaikan harga perak.

Sementara itu, harga platinum naik tipis 0,3 persen menjadi US$ 1.991,80 per ons troi.

Di sisi lain, paladium justru turun 0,1 persen ke level US$ 1.522,25 per ons troi.

Arah Pergerakan Harga Emas ke Depan

Analis memperkirakan tekanan terhadap harga emas masih berlanjut dalam jangka pendek.

Hal ini bergantung pada perkembangan inflasi global dan kebijakan suku bunga.

Jika inflasi tetap tinggi, maka peluang suku bunga bertahan di level tinggi semakin besar.

Dalam kondisi tersebut, harga emas cenderung tetap berada di bawah tekanan.