Penanaman seribu pohon JonggolSimbolis Penanaman seribu pohon oleh Jajaran Muspika Jonggol

Bahasa Kita – Sebanyak 14 desa di Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, melakukan aksi tanam 1.000 pohon secara serentak pada Sabtu, 23 Mei 2026. Kegiatan tersebut dilakukan bersamaan dengan aksi bersih lingkungan yang melibatkan pemerintah desa, pelajar, tokoh masyarakat, komunitas lingkungan, hingga warga setempat.

Gerakan lingkungan itu dilakukan sebagai bagian dari momentum Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544. Camat Jonggol, Andri Rahman, menyebut kegiatan tersebut menjadi bentuk nyata kepedulian bersama terhadap kondisi lingkungan yang belakangan menghadapi persoalan sampah dan minimnya ruang hijau.

Kegiatan aksi bersih dilaksanakan serentak di 14 desa juga sebagai bentuk nyata kepedulian bersama terhadap kelestarian lingkungan di wilayah Kecamatan Jonggol,” katanya.

Dalam praktiknya, aksi tersebut tidak hanya difokuskan pada penanaman pohon. Pemerintah kecamatan bersama masyarakat juga melakukan kegiatan bersih-bersih di sejumlah titik lingkungan permukiman dan area strategis lainnya.

Jonggol Dorong Budaya Peduli Lingkungan

Andri Rahman menjelaskan, kegiatan tanam pohon tersebut merupakan arahan langsung dari Bupati Bogor. Pemerintah daerah meminta seluruh elemen masyarakat di Jonggol terlibat aktif membangun budaya peduli lingkungan melalui aksi nyata di lapangan.

Menurutnya, isu lingkungan saat ini tidak bisa lagi dianggap sebagai persoalan sampingan. Minimnya ruang hijau dan persoalan sampah disebut menjadi tantangan yang perlu ditangani bersama agar lingkungan tetap sehat dan nyaman bagi masyarakat.

Kami ingin menumbuhkan kesadaran bahwa menjaga lingkungan bisa dimulai dari langkah sederhana, seperti membersihkan lingkungan sekitar dan menanam pohon,” ujar Andri.

Andri Rahman
Camat Jonggol, Andri Rahman

Ia menambahkan, langkah kecil yang dilakukan bersama-sama akan memberi dampak besar jika dijalankan secara konsisten dan berkelanjutan.

Dalam konteks tersebut, penanaman pohon dipilih karena dianggap mampu memberi manfaat jangka panjang bagi lingkungan. Selain membantu memperbaiki kualitas udara, pohon juga dinilai penting untuk menjaga keseimbangan kawasan hijau di wilayah Jonggol.

Kegiatan Libatkan Warga dan Pelajar

Yang jadi sorotan dari kegiatan ini adalah keterlibatan banyak unsur masyarakat dalam satu gerakan bersama. Pemerintah kecamatan menggandeng pemerintah desa, tokoh masyarakat, sekolah, komunitas lingkungan, hingga warga untuk turun langsung melakukan aksi bersih dan penanaman pohon.

Di lapangan, warga terlihat bergotong royong membersihkan lingkungan sekitar sebelum melakukan penanaman di sejumlah titik yang telah ditentukan.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi upaya membangun kesadaran kolektif mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dari tingkat desa.

Tak hanya itu, pelibatan pelajar juga dinilai penting untuk membentuk kebiasaan peduli lingkungan sejak dini. Dalam bahasa sederhananya, gerakan tersebut tidak hanya berbicara soal menanam pohon, tetapi juga membangun pola pikir menjaga lingkungan secara bersama-sama.

Andri berharap kegiatan yang dilakukan di 14 desa itu tidak berhenti sebagai agenda seremonial tahunan. Ia ingin gerakan serupa terus dijalankan secara rutin oleh seluruh elemen masyarakat di Jonggol.

Menurutnya, menjaga lingkungan membutuhkan keterlibatan banyak pihak dan tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah.

Harapan kami, Jonggol ke depan semakin hijau, bersih, dan sejuk. Satu pohon yang ditanam hari ini akan menjadi investasi lingkungan bagi generasi mendatang,” tuturnya.

Di sisi lain, aksi tanam pohon juga menjadi simbol penting bahwa pembangunan wilayah tidak hanya berfokus pada infrastruktur, tetapi juga keseimbangan lingkungan hidup.

Hal ini terlihat dari upaya pemerintah kecamatan yang mendorong masyarakat untuk terlibat langsung menjaga ruang hijau di sekitar tempat tinggal mereka.

Pada titik ini, gerakan tanam 1.000 pohon di Jonggol menjadi bagian dari upaya memperkuat kesadaran lingkungan berbasis masyarakat. Efek langsungnya tidak hanya dirasakan saat ini, tetapi juga untuk kondisi lingkungan di masa mendatang.