KSrelief bersama Baznas RI meluncurkan bantuan Arab Saudi gempa NTT tahap pertama di Desa Satar Kampas, Manggarai Timur, Kamis (5/11/2026). Sebanyak 30.000 paket pangan dan kebersihan diri itu menyasar lebih dari 75.000 warga korban gempa M7,7 Flores 15 Agustus 2026.
Peresmian berlangsung di Posko Pengungsian Waso Kampung Sori, Desa Satar Kampas, Kecamatan Lamba Leda Utara. Antara melaporkan, acara itu dihadiri pimpinan Baznas Bidang Pendistribusian, bupati Manggarai Timur, dan ketua Baznas Manggarai Timur. Kepala BPBD, kepala Dinas Sosial, camat Lamba Leda, kepala desa setempat, serta delegasi KSrelief turut hadir.
KSrelief menjelaskan tujuan bantuan itu dalam siaran pers yang diterima Antara di Jakarta. "Bantuan ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat serta meringankan penderitaan mereka," demikian pernyataan lembaga tersebut.
Tahap pertama mencakup dua jenis paket berikut:
- 15.000 paket pangan atau sembako
- 15.000 paket perlengkapan kebersihan diri
- Sasaran penerima: lebih dari 75.000 jiwa terdampak gempa
Sejumlah media menulis angka berbeda. Sebagian menyebut 15.000 paket, sebagian lain 30.000 paket. Rilis KSrelief yang dikutip Antara merinci 15.000 paket pangan ditambah 15.000 paket perlengkapan kebersihan, sehingga totalnya 30.000 paket.
Pernyataan Baznas RI soal Rute Penerbangan Alternatif
Pimpinan Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan Baznas RI, Idy Muzayyad, mendampingi penyaluran itu secara langsung. Idy menyampaikan, bantuan tetap terlaksana walau perwakilan KSrelief harus mencari rute penerbangan alternatif. Kendalanya berupa situasi sulit di dalam negeri Arab Saudi dan penutupan Bandara Riyadh.
Dalam keterangan resmi pada Jumat (6/11/2026), Idy menyampaikan terima kasih kepada Raja Salman atas "perhatian dan kepedulian kepada masyarakat kami".
Arab Saudi sebelumnya menyampaikan belasungkawa. Pada 17 Agustus 2026, Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud dan Putra Mahkota Mohammed bin Salman mengirim pesan duka. Pesan itu ditujukan kepada Presiden Prabowo Subianto atas gempa di NTT, tulis CNN.
Tahap Kedua: Huntara, Fasilitas Kesehatan, dan Beasiswa
Baznas dan KSrelief tidak berhenti pada paket logistik darurat. Keduanya menyiapkan bantuan tahap kedua yang berfokus pada fasilitas kesehatan, hunian sementara (huntara), dan fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK). Media Indonesia melaporkan nilai keseluruhan bantuan itu sekitar Rp18 miliar.
Skema pemulihan itu juga memuat beasiswa. Sebanyak 3.000 mahasiswa NTT masuk daftar penerima, menurut laporan Inilahcom.
KSrelief menegaskan tahap lanjutan bergantung pada penilaian kebutuhan di lapangan. Tim lembaga itu mengunjungi wilayah terdampak, bertemu pejabat pemerintah daerah, lalu menetapkan prioritas intervensi di berbagai sektor.
Kondisi Terkini Korban dan Pengungsi Gempa Flores
Gempa magnitudo 7,7 mengguncang Flores, NTT, pada Sabtu pagi, 15 Agustus 2026. Kepala BNPB Suharyanto melaporkan 38 korban meninggal pada hari pertama. Angka tersebut kemudian terus bertambah.
Pembaruan data BNPB pada 15 September 2026 mencatat 142 korban jiwa. Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, menyampaikan angka itu. "Korban yang meninggal secara langsung akibat gempa bumi itu 48 orang," kata Berton. Sisanya, 94 orang, meninggal di pengungsian akibat dampak tidak langsung.
Jumlah pengungsi turun dari lebih dari 150 ribu jiwa menjadi 46.461 jiwa pada pembaruan yang sama. BNPB masih mendata rumah terdampak berdasarkan nama dan alamat pemilik. Pendataan itu menjadi dasar penanganan dan pemulihan warga.
BNPB sebelumnya mencatat data awal 102.384 rumah sasaran pendataan di tujuh kabupaten terdampak, tulis FBINEWS.
Dampak bagi Warga Manggarai Timur
Manggarai Timur termasuk daerah terdampak gempa. Pada awal masa tanggap darurat, BNPB mencatat 966 jiwa di posko BPBD dan sekitar 14.000 jiwa mengungsi secara mandiri, tulis Pos Kupang.
Pemerintah daerah ikut hadir dalam peresmian. Bupati, BPBD, dan Dinas Sosial hadir bersama delegasi KSrelief dan Baznas di lokasi. Penerima manfaat tahap pertama mencapai lebih dari 75.000 jiwa.
Bantuan Arab Saudi untuk korban gempa NTT kini masuk tahap pertama dengan 30.000 paket bagi lebih dari 75.000 jiwa. Tahap kedua menyusul untuk fasilitas kesehatan, huntara, MCK, dan beasiswa. Redaksi akan memperbarui data ini bila Baznas, KSrelief, atau BNPB merilis informasi baru.
Redaksi menyusun laporan ini dari rilis KSrelief yang dikutip Antara dan keterangan resmi Baznas RI. Laporan Media Indonesia, Sindonews, dan data BNPB melengkapi pemeriksaan silang. Redaksi memverifikasi angka paket, nilai bantuan, dan korban pada Jumat (6/11/2026).