Bahasa Kita – Pemerintah Kota Bandung mengalokasikan anggaran Rp36,35 miliar untuk program Rawan Melanjutkan Pendidikan (RMP) bagi siswa SD dan SMP swasta. Selain itu, bantuan pendidikan juga disalurkan kepada hampir 2.000 mahasiswa dengan total anggaran sekitar Rp6,87 miliar.
Kebijakan tersebut diumumkan Wali Kota Bandung Muhammad Farhan saat peringatan Hari Pendidikan Nasional tingkat Kota Bandung di Balai Kota Bandung, Senin.
Dalam kegiatan itu, Farhan meminta DPRD dan media ikut mengawal realisasi anggaran pendidikan agar berjalan tepat waktu sesuai rencana pemerintah daerah.
“Catat janji kami. Pastikan ini terealisasi tepat waktu,” ujar Farhan di hadapan peserta upacara.
Upacara Hari Pendidikan Nasional tersebut dihadiri unsur DPRD, Forkopimda, perangkat daerah, guru, pelajar, hingga ratusan pemain angklung dari PGRI.
Bandung Fokus Perluas Akses Pendidikan dan Digitalisasi Sekolah
Dalam pidatonya, Farhan memaparkan sejumlah arah kebijakan strategis pendidikan di Kota Bandung. Salah satu fokus utama pemerintah daerah adalah memperluas akses pendidikan melalui bantuan biaya sekolah dan penguatan sistem pembelajaran.
Di sisi lain, Pemkot Bandung juga mulai mempercepat digitalisasi sekolah untuk mendukung proses belajar mengajar yang lebih modern.
Tak hanya itu, pemerintah daerah turut mendorong penguatan literasi dan pembelajaran STEM yang mencakup sains, teknologi, engineering, dan matematika.
Menurut Farhan, pendekatan pendidikan saat ini tidak lagi hanya menitikberatkan pada akademik semata. Karena itu, Pemkot Bandung menggabungkan metode deep learning dengan pendidikan karakter di sekolah.
Dalam praktiknya, penguatan karakter dilakukan melalui pembiasaan kegiatan pagi ceria, pramuka, hingga pendidikan kepemimpinan.
Yang jadi sorotan, Pemkot Bandung juga mulai merintis sekolah inklusif untuk memperluas akses pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus.

“Bandung akan mulai merintis sekolah inklusif. Ini bukan hal mudah, tapi harus kita lakukan,” kata Farhan.
Kesehatan Mental Pelajar Bandung Jadi Perhatian Pemkot
Selain pembangunan sistem pendidikan, Pemkot Bandung menaruh perhatian besar terhadap kondisi kesehatan mental pelajar. Farhan mengungkapkan puluhan ribu siswa di Kota Bandung mengalami masalah mental dengan tingkat yang beragam.
Menurutnya, persoalan tersebut menjadi tantangan serius karena berdampak langsung terhadap proses belajar siswa di sekolah.
“Ini tantangan besar. Kita tidak bisa hanya fokus pada akademik, tapi juga kondisi mental anak-anak kita,” ujarnya.
Sebagai langkah awal, pemerintah daerah akan memperkuat peran guru bimbingan konseling atau BK melalui pelatihan intensif dan kerja sama dengan psikolog.
Dalam konteks tersebut, sekolah dinilai memiliki posisi penting untuk mendeteksi lebih awal persoalan mental yang dialami siswa.
Pendidikan Karakter Diperkuat Bersama TNI dan Polri
Pemkot Bandung juga memperkuat pendidikan karakter melalui kolaborasi dengan TNI dan Polri. Kerja sama tersebut dilakukan dalam bentuk pelatihan kedisiplinan serta wawasan kebangsaan di sekolah.
Menurut Farhan, pendidikan karakter menjadi bagian penting untuk membentuk lingkungan belajar yang lebih sehat dan disiplin.
Di akhir kegiatan, Farhan menyampaikan apresiasi kepada para guru atas dedikasi mereka di dunia pendidikan. Ia juga memberikan pesan khusus kepada pelajar agar tetap semangat menjalani pendidikan.
“Kepada anak-anakku, tetaplah semangat. Hari ini menentukan masa depan,” katanya.
