Ketua MPR RI Ahmad Muzani

LCC MPR Kalbar Diulang Usai Polemik Penilaian Final Viral

Bahasa Kita – MPR RI memutuskan menggelar ulang babak final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR Tingkat Provinsi Kalimantan Barat setelah polemik kesalahan penilaian dalam perlombaan tersebut ramai diperbincangkan di media sosial.

Ketua MPR RI Ahmad Muzani mengatakan keputusan itu diambil sebagai bentuk koreksi atas kekhilafan yang terjadi saat final berlangsung di Pontianak pada Sabtu, 9 Mei 2026.

Menurutnya, perlombaan ulang akan digelar dalam waktu dekat dengan komposisi dewan juri baru dari kalangan independen. Pimpinan MPR RI juga disebut akan mengawasi langsung jalannya perlombaan dari awal hingga akhir.

LCC di tingkat Kalbar yang final akan kita lakukan ulang … pimpinan MPR akan mengawasi langsung jalannya lomba tersebut dari awal sampai akhir,” kata Ahmad Muzani dalam konferensi pers di kompleks parlemen Senayan, Jakarta.

Final LCC MPR Kalbar Diulang dengan Juri Independen

Ahmad Muzani menjelaskan pelaksanaan lomba ulang tetap berada di bawah tanggung jawab Sekretariat Jenderal MPR RI selaku penyelenggara kegiatan.

Baca Juga :  Hetifah Dorong Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar di Kalbar Diulang

Namun pada praktiknya, dewan juri dalam perlombaan ulang tidak lagi berasal dari unsur internal MPR. Juri akan diisi kalangan independen, termasuk akademisi.

Langkah tersebut diambil setelah kritik publik terhadap proses penilaian babak final terus berkembang di media sosial. Yang jadi sorotan bukan hanya hasil akhir lomba, tetapi juga respons dewan juri saat peserta menyampaikan keberatan.

MPR RI mengakui adanya kekhilafan dalam penyelenggaraan final tingkat Kalbar. Dalam konteks tersebut, keputusan menggelar ulang diposisikan sebagai upaya menjaga kredibilitas perlombaan.

Muzani mengatakan pihaknya juga akan melakukan evaluasi terhadap penyelenggaraan kegiatan MPR ke depan dengan mendengarkan pandangan masyarakat.

Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada peserta lomba yang menggunakan haknya untuk menyampaikan pandangan, kebebasan berbicara, dan menyampaikan protes atas ketidakpuasannya,” ujarnya.

Juri Lama Dinonaktifkan dari Kegiatan LCC Empat Pilar

Siti Fauziah
Sekretaris Jenderal MPR RI Siti Fauziah

Sementara itu, Sekretaris Jenderal MPR RI Siti Fauziah menyatakan dewan juri sebelumnya telah dinonaktifkan dari kegiatan LCC Empat Pilar MPR RI 2026.

Baca Juga :  Pemerintah Salurkan Bantuan Korban Banjir Sumatera, Kompensasi Rumah hingga Santunan Disiapkan

Keputusan tersebut menjadi sanksi atas polemik kesalahan penilaian yang terjadi pada babak final tingkat Provinsi Kalbar.

Menurutnya, Setjen MPR RI kini sedang menyiapkan teknis pelaksanaan lomba ulang agar format kegiatan tetap sama seperti sebelumnya.

Kalau tanggal kita akan koordinasi dulu karena itu kan lomba ulang, semuanya harus seperti lomba yang kemarin, jadi harus ada panggung, ada lain-lain,” kata Siti Fauziah.

Ia menambahkan, perlombaan ulang diupayakan berlangsung secepatnya pada bulan Mei ini agar persoalan tersebut segera terselesaikan.

Polemik Penilaian Jadi Sorotan Warganet

Sebelumnya, tiga sekolah menengah atas mengikuti babak final LCC Empat Pilar MPR RI Tingkat Provinsi Kalbar di Pontianak.

Ketiga sekolah tersebut yakni SMA Negeri 1 Pontianak, SMA Negeri 1 Sambas, dan SMA Negeri 1 Sanggau.

Polemik muncul ketika terjadi kesalahan penilaian dalam sesi pertanyaan rebutan. Peserta sempat menyampaikan keberatan kepada dewan juri terkait hasil penilaian tersebut.

Namun pada kenyataannya, respons dewan juri justru menjadi perhatian publik dan memicu perbincangan luas di media sosial.

Baca Juga :  Grace Natalie Tegaskan Tak Pernah Bermasalah dengan Jusuf Kalla

Dua nama yang disorot warganet ialah Kepala Biro Pengkajian Setjen MPR RI Dyastasita W.B. serta Kepala Bagian Sekretariat Badan Sosialisasi MPR RI Indri Wahyuni.

Dalam perkembangan selanjutnya, keputusan mengulang final dan mengganti jajaran juri menjadi langkah yang diambil MPR RI untuk merespons polemik tersebut.