Gubernur Sumatera Utara Bobby NasutionGubernur Sumatera Utara Bobby Nasution

Bahasa Kita – Mitigasi Megathrust menjadi perhatian utama Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dalam upaya melindungi masyarakat dari potensi bencana geologi yang dapat menimbulkan dampak luas. Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution menegaskan bahwa ancaman Megathrust tidak hanya berkaitan dengan keselamatan jiwa, tetapi juga berpengaruh terhadap stabilitas daerah secara menyeluruh.

Pernyataan tersebut disampaikan Bobby saat memberikan pembekalan kepada peserta Kuliah Kerja Dalam Negeri (KKDN) Pasis Dikreg LV Sesko TNI Tahun Ajaran 2026 di Kantor Gubernur Sumatera Utara, Selasa (9/6).

Dalam kesempatan itu, Bobby menekankan pentingnya kesiapsiagaan seluruh pihak menghadapi potensi bencana yang dapat terjadi sewaktu-waktu di kawasan rawan gempa dan tsunami.

Bobby Nasution Jelaskan Ancaman Megathrust di Sumatera

Menurut Bobby, zona Megathrust merupakan wilayah pertemuan antara lempeng samudera dan lempeng benua yang memicu proses subduksi. Kondisi tersebut dapat menghasilkan gempa bumi berkekuatan besar dengan dampak yang sangat luas.

Ia menjelaskan bahwa karakteristik Megathrust memiliki magnitudo besar, terjadi pada zona subduksi, serta melibatkan patahan dangkal dengan area yang luas. Selain itu, fenomena tersebut juga berpotensi memicu tsunami berskala besar.

Yang patut dicermati, ancaman Megathrust tidak hanya menimbulkan kerusakan fisik. Dampaknya juga dapat mengganggu aktivitas ekonomi, pelayanan publik, keamanan, hingga stabilitas sosial masyarakat.

Karena itu, Bobby mengingatkan pentingnya langkah mitigasi sejak dini agar risiko yang muncul dapat diminimalkan.

Gempa Aceh 2004 Jadi Pengingat Penting

Dalam paparannya, Bobby mencontohkan peristiwa gempa Megathrust Aceh tahun 2004 yang memicu tsunami dahsyat di kawasan Samudera Hindia.

Menurutnya, bencana tersebut menjadi salah satu pelajaran besar mengenai pentingnya kesiapsiagaan menghadapi ancaman geologi. Selain menimbulkan korban jiwa dalam jumlah besar, peristiwa itu juga meninggalkan dampak sosial dan ekonomi yang berlangsung lama.

Dalam konteks tersebut, Bobby meminta masyarakat tidak mengabaikan informasi kebencanaan maupun sistem peringatan dini yang tersedia.

Lebih jauh, ia menyebut kawasan Mentawai dan pesisir barat Sumatera sebagai wilayah yang memiliki potensi ancaman Megathrust sehingga memerlukan perhatian serius dari seluruh pemangku kepentingan.

Pemprov Sumut Terapkan Berbagai Strategi Mitigasi Megathrust

Untuk menghadapi potensi ancaman tersebut, Pemprov Sumut menjalankan berbagai langkah mitigasi yang mencakup pendekatan struktural dan nonstruktural.

Selain itu, pemerintah daerah juga mengedepankan pendekatan sosial budaya serta penguatan harmoni lintas iman di lokasi pengungsian apabila terjadi bencana.

Yang menarik, strategi mitigasi tersebut turut memanfaatkan kearifan lokal yang berlandaskan nilai Kebhinekaan Nusantara. Pendekatan itu dinilai penting untuk memperkuat ketahanan masyarakat saat menghadapi situasi darurat.

Sementara itu, Pemprov Sumut terus memperkuat kebijakan dan tata kelola kebencanaan. Tak hanya itu, pembangunan infrastruktur tahan bencana juga menjadi bagian dari langkah antisipasi jangka panjang.

Di sisi lain, peningkatan kapasitas masyarakat, penguatan kolaborasi lintas sektor, serta pemanfaatan teknologi terus dilakukan untuk mendukung sistem mitigasi yang lebih efektif.

Penanganan Bencana dan Dukungan Anggaran Pemulihan

Bobby juga menyinggung pengalaman penanganan bencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah wilayah Sumatera Utara pada November 2025.

Menurutnya, penanganan dampak bencana tersebut dapat berjalan melalui kolaborasi antara pemerintah, aparat, serta masyarakat.

Berdasarkan data yang dipaparkan, jumlah masyarakat terdampak mencapai 1.803.715 jiwa. Dari angka tersebut, sebanyak 11.209 orang mengungsi, 375 orang meninggal dunia, lima orang mengalami luka-luka, dan 41 orang dinyatakan hilang.

Untuk mempercepat proses pemulihan pascabencana, Pemprov Sumut mengalokasikan dukungan fiskal melalui Transfer ke Daerah untuk rehabilitasi dan rekonstruksi periode 2026-2028 sebesar Rp23,33 triliun.

Selain itu, terdapat tambahan alokasi Transfer ke Daerah tahun 2026 sebesar Rp1,134 triliun guna mendukung berbagai program pemulihan di wilayah terdampak.

Sesko TNI Perkuat Kemampuan Mitigasi Ancaman dan Bencana

Pada saat yang sama, Wakil Komandan Sesko TNI Teguh Puji Raharjo menjelaskan bahwa KKDN Pasis Dikreg LV Sesko TNI Tahun Ajaran 2026 diikuti 60 peserta.

Menurutnya, kegiatan tersebut bertujuan membekali calon pemimpin TNI dengan wawasan strategis dan pengalaman empiris terkait penataan wilayah pertahanan di daerah.

Selain itu, program tersebut juga difokuskan pada peningkatan kemampuan peserta dalam mendeteksi, menganalisis, serta melakukan mitigasi terhadap berbagai potensi ancaman dan bencana yang dapat muncul di masa mendatang.