Diskusi Nusron-Budiman di UGMDiskusi pejabat di UGM ricuh setelah ratusan mahasiswa menggeruduk panggung

Diskusi pejabat di UGM yang menghadirkan sejumlah menteri dan kepala badan pemerintah berakhir ricuh setelah ratusan mahasiswa menggeruduk lokasi acara. Aksi protes berlangsung di Joglo GIK UGM, Sleman, hingga berujung penghadangan kendaraan para pejabat yang hadir.

Diskusi pejabat di UGM yang berlangsung di Joglo Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) Universitas Gadjah Mada, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Senin (16/6) malam, berubah menjadi aksi protes besar-besaran. Ratusan mahasiswa mendatangi lokasi acara dan menghentikan jalannya forum yang semula berlangsung normal.

Acara tersebut menghadirkan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono, serta Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan Budiman Sudjatmiko.

Sementara itu, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi yang sebelumnya dijadwalkan hadir tidak tampak dalam kegiatan tersebut.

Pada awal acara, diskusi berjalan lancar. Para narasumber bergantian menyampaikan pandangan mereka di hadapan peserta yang hadir. Namun situasi berubah ketika Budiman Sudjatmiko sedang berbicara di atas panggung.

Mahasiswa Naik ke Panggung Saat Diskusi Berlangsung

Tak lama setelah sesi berlangsung, puluhan mahasiswa merangsek ke area panggung. Mereka kemudian membentangkan sejumlah spanduk yang berisi kritik terhadap narasumber yang hadir.

Beberapa spanduk bertuliskan “UGM Menolak Pengkhianat Reformasi” dan “UGM Menolak Penjilat Rezim”. Aksi tersebut langsung menarik perhatian peserta diskusi dan membuat suasana forum memanas.

Dalam praktiknya, protes berkembang menjadi lebih tidak terkendali. Beberapa peserta terlibat aksi lempar gelas air mineral di area acara.

Akibatnya, penyelenggara dan petugas pengamanan segera mengambil langkah untuk mengevakuasi para pejabat dari dalam Joglo GIK.

Namun demikian, upaya evakuasi tidak berjalan mudah karena massa mahasiswa telah berkumpul di luar lokasi.

Ratusan Mahasiswa Hadang Kendaraan Pejabat

Mahasiswa UGM Hadang Kendaraan Pejabat
Mahasiswa UGM Hadang Kendaraan Pejabat

Setelah keluar dari area diskusi, kendaraan yang digunakan para pejabat langsung mendapat penghadangan dari ratusan mahasiswa.

Massa terus meneriakkan tuntutan agar para pejabat bersedia berdialog secara terbuka dengan mahasiswa.

Budiman, mana Budiman!” teriak sejumlah mahasiswa di lokasi.

Selain itu, terdengar pula seruan yang meminta diskusi dilakukan secara langsung di hadapan massa aksi.

Katanya mau diskusi,” teriak mahasiswa lainnya.

Situasi semakin tegang ketika sebagian mahasiswa menyatakan tidak akan membubarkan diri sebelum para pejabat menemui mereka.

Kalau Budiman dan Sudaryono tidak mau keluar, kita enggak akan pergi,” seru mahasiswa lainnya.

Nusron dan Sudaryono Temui Massa Aksi

Di tengah tekanan mahasiswa, Nusron Wahid dan Sudaryono akhirnya keluar dari area pengamanan dan menemui massa. Keduanya mendapat pengawalan ketat saat bergerak menuju gerbang selatan kampus UGM.

Yang jadi sorotan, Budiman Sudjatmiko tidak terlihat bersama rombongan ketika dua pejabat tersebut menemui mahasiswa.

Sebelum mencapai pintu keluar kampus, mahasiswa berhasil menghentikan langkah rombongan dan meminta dialog secara langsung.

Salah seorang mahasiswa kemudian mengajukan pertanyaan kepada Nusron terkait alih fungsi lahan dalam skala besar di Papua yang disebut berdampak pada masyarakat setempat.

Mahasiswa tersebut meminta penjelasan dan tanggung jawab dari Kementerian ATR/BPN terkait persoalan tersebut.

Nusron merespons dengan mengajak mahasiswa melihat langsung kondisi di lapangan. Namun jawaban tersebut tidak memuaskan sebagian peserta aksi.

Aksi Dorong dan Kejar-kejaran Terjadi di Area Kampus

Beberapa menit setelah dialog berlangsung, Nusron dan Sudaryono kembali berdiri dan melanjutkan perjalanan menuju Bundaran UGM.

Di sisi lain, mahasiswa berusaha menghalangi pergerakan rombongan menggunakan water barrier yang ditempatkan di jalur keluar.

Akibatnya, aksi saling dorong antara massa dan pengawal pejabat tidak dapat dihindari. Meski begitu, rombongan tetap berhasil melewati penghalang tersebut.

Selanjutnya, suasana berubah menjadi kejar-kejaran ketika mahasiswa berusaha mengikuti pergerakan rombongan yang menuju kendaraan pengamanan.

Pada akhirnya, Nusron dan Sudaryono berhasil dievakuasi dari lokasi menggunakan mobil patroli pengawalan.

Sementara itu, mahasiswa masih terus menyuarakan kritik mereka terhadap Budiman Sudjatmiko yang tidak muncul di hadapan massa hingga akhir aksi.

Budiman yang pernah dipenjara, ikut aksi demonstrasi, malah kabur, Budiman pengkhianat, pengecut,” teriak sejumlah mahasiswa sebelum rombongan meninggalkan lokasi.