Kepala Dinas Pendidikan dan Pemuda Olahraga (Dikpora) Nusa Tenggara Barat, Samsul HadiSPMB SMA Mataram 2026 masih menyisakan lima SMA negeri yang membuka kuota siswa baru. Dikpora NTB mengarahkan sesuai domisili.

SPMB SMA Mataram 2026 menunjukkan ketimpangan jumlah pendaftar antarsekolah. Lima SMA negeri di Kota Mataram masih membuka kuota bagi calon siswa, sementara sejumlah sekolah favorit telah mencapai kapasitas maksimal.

Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tingkat SMA di Kota Mataram masih memperlihatkan perbedaan jumlah peminat di setiap sekolah. Sejumlah SMA negeri yang menjadi pilihan utama masyarakat telah penuh, sedangkan lima sekolah lainnya masih memiliki banyak kursi yang belum terisi.

Kepala Dinas Pendidikan dan Pemuda Olahraga (Dikpora) Nusa Tenggara Barat, Samsul Hadi, menyebut sekolah yang masih kekurangan siswa terdiri atas SMAN 7 Mataram di wilayah utara, SMAN 8 Mataram, SMAN 9 Mataram di kawasan tengah kota, SMAN 10 Mataram di wilayah selatan, serta SMAN 11 Mataram di bagian timur.

Menurutnya, seluruh sekolah tersebut masih siap menerima calon siswa yang hingga kini belum memperoleh sekolah pada proses SPMB tahun ajaran 2026/2027.

Dikpora NTB Arahkan Calon Siswa ke Sekolah yang Masih Memiliki Kuota

Samsul menjelaskan pihaknya tidak dapat memenuhi seluruh permintaan orang tua yang hanya menginginkan sekolah tertentu. Karena itu, Dikpora NTB mengarahkan calon siswa menuju SMA negeri yang masih memiliki daya tampung sesuai lokasi domisili.

Selain itu, Dikpora akan memberikan rekomendasi kepada kepala sekolah agar memprioritaskan calon siswa yang tinggal di sekitar zona sekolah. Langkah tersebut diharapkan membuat proses penempatan berlangsung lebih efektif sekaligus memanfaatkan kuota yang masih tersedia.

Sementara itu, sekolah-sekolah yang selama ini menjadi favorit masyarakat Mataram telah menutup penerimaan karena kuotanya sudah terpenuhi. Samsul memastikan SMAN 1 Mataram, SMAN 2 Mataram, dan SMAN 5 Mataram tidak dapat lagi menerima tambahan peserta didik baru.

Secara faktual, kondisi tersebut mencerminkan ketimpangan minat masyarakat terhadap sekolah negeri di Kota Mataram. Akibatnya, sebagian sekolah menerima lonjakan pendaftar, sedangkan sekolah lain masih kekurangan siswa.

Lebih jauh, Dikpora NTB menyiapkan langkah jangka panjang untuk mengurangi stigma terhadap sekolah yang selama ini sepi peminat. Fokus perhatian akan diberikan kepada SMAN 7, SMAN 8, SMAN 9, SMAN 10, dan SMAN 11 melalui berbagai program intervensi dari dinas.

Program tersebut diharapkan mampu meningkatkan daya tarik sekolah yang masih kekurangan siswa sehingga pemerataan jumlah peserta didik antarsekolah dapat berjalan lebih baik pada pelaksanaan SPMB di tahun berikutnya.