Rosan RoeslaniMenteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara Rosan Roeslani

Bahasa Kita – CEO Danantara Rosan Roeslani mengungkap empat alasan utama penunjukan Luke Thomas Mahony sebagai Direktur Utama PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI), perusahaan yang akan mengelola tata kelola ekspor komoditas sumber daya alam strategis Indonesia.

Menurut Rosan, penunjukan Luke Thomas dilakukan berdasarkan pengalaman, kemampuan komunikasi, rekam jejak industri, hingga jaringan bisnis internasional yang dimiliki.

PT DSI sendiri merupakan entitas usaha yang dibentuk untuk mengatur tata kelola ekspor komoditas sumber daya alam melalui Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Dalam praktiknya, perusahaan tersebut akan menangani ekspor sejumlah komoditas strategis seperti minyak kelapa sawit, batu bara, hingga fero alloy.

Luke Thomas Dinilai Berpengalaman di Perusahaan Multinasional

Alasan pertama penunjukan Luke Thomas adalah pengalaman panjangnya dalam memimpin perusahaan multinasional di sektor pertambangan dan sumber daya alam.

Secara faktual, Luke Thomas pernah menjabat sebagai direktur di PT Vale Indonesia Tbk (INCO), salah satu perusahaan tambang besar di Indonesia.

Menurut Rosan, pengalaman tersebut menjadi modal penting dalam memimpin PT DSI yang nantinya akan berhubungan dengan perdagangan komoditas strategis nasional.

Di sisi lain, Luke Thomas juga dianggap memahami sistem bisnis internasional dan tata kelola industri mineral global.

Kita kan melihat banyak pertimbangan juga, ini kan lebih dari track record-nya juga dan dia kan sangat memahami juga pengamalan sebelumnya baik di perusahaan multinasional, di Vale,” jelas Rosan Roeslani kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (22/5/2026).

Yang menarik, Luke Thomas merupakan warga negara Australia, namun dinilai memiliki pemahaman kuat terhadap lingkungan bisnis Indonesia.

Fasih Bahasa Indonesia dan Punya Jejaring Luas

Alasan kedua, Luke Thomas disebut mampu berbahasa Indonesia meski berstatus warga negara asing asal Australia.

Rosan mengungkapkan kemampuan tersebut turut dipengaruhi latar belakang keluarganya karena istrinya merupakan warga negara Indonesia.

Dan dia pun bisa bahasa Indonesia juga karena kebetulan istrinya memang orang Indonesia,” lanjut Rosan.

Selain itu, faktor pengalaman perdagangan dan jejaring internasional juga menjadi pertimbangan penting dalam penunjukan tersebut.

Menurut Rosan, Luke Thomas memiliki pengalaman di sektor perdagangan dan mineral, termasuk jaringan bisnis yang luas dari berbagai perusahaan yang pernah dipimpinnya.

Pengalaman trading-nya ada, mineral ada, jadi pimpinan di banyak perusahaan mineral. Jadi, dan network-nya juga baik,” terang Rosan.

Dalam konteks tersebut, kemampuan membangun hubungan bisnis internasional dinilai penting bagi pengembangan tata kelola ekspor komoditas Indonesia.

DSI Dibentuk Awasi Ekspor Komoditas Strategis

PT Danantara Sumberdaya Indonesia dibentuk menyusul terbitnya Peraturan Pemerintah tentang Tata Kelola Ekspor Komoditas Sumber Daya Alam melalui BUMN.

Yang jadi sorotan, pemerintah ingin memperkuat pengawasan terhadap ekspor komoditas strategis sekaligus mencegah berbagai praktik manipulasi perdagangan.

Dalam praktiknya, kebijakan ini ditujukan untuk menekan praktik under invoicing, transfer pricing, hingga pelarian devisa hasil ekspor atau DHE.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pembentukan DSI bertujuan memperkuat pengawasan devisa hasil ekspor dan meningkatkan validitas data perdagangan nasional.

Tak hanya itu, pemerintah juga menilai langkah tersebut dapat memperkuat stabilitas nilai tukar dan transaksi berjalan dalam neraca pembayaran.

Terutama untuk menghindari dan menghilangkan trade misinvoicing, mendorong pertumbuhan ekonomi dan menjaga nilai tukar dengan cadangan devisa yang lebih besar,” ungkap Airlangga dalam konferensi pers di Gedung DPR RI, Jakarta Pusat.