Investasi AI Indonesia memasuki fase baru setelah pemerintah memaparkan lonjakan proyek pusat data dan kesiapan infrastruktur digital yang menarik perhatian investor global.
Investasi AI Indonesia diproyeksikan semakin berkembang seiring penguatan ekosistem digital yang dipersiapkan pemerintah. Setelah menetapkan AI sebagai mesin pertumbuhan ekonomi baru, pemerintah kini memaparkan perkembangan kapasitas pusat data dan konektivitas digital yang menjadi daya tarik investasi.
Perkembangan tersebut mendapat perhatian Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia yang sebelumnya menyoroti konsentrasi investasi global pada perusahaan teknologi besar di sektor kecerdasan buatan, semikonduktor, pusat data, dan kapasitas komputasi.
Infrastruktur Digital Dinilai Siap Menarik Investor Global
Wakil Ketua Umum Bidang Hubungan Luar Negeri Kadin Indonesia James Riady mengatakan arus modal internasional saat ini mengalir deras menuju sektor AI dan semikonduktor. Ia mencontohkan besarnya minat investor terhadap IPO SpaceX maupun rencana penawaran saham SK Hynix yang mengalami kelebihan permintaan.
Menurut James, tantangan Indonesia bukan hanya mengikuti perkembangan teknologi global. Yang menjadi sorotan ialah bagaimana Indonesia mampu mengambil posisi sebagai produsen dan bagian dari rantai nilai global.
Sementara itu, pemerintah menyampaikan kapasitas pusat data nasional telah mencapai 580 MW. Selain itu, proyek baru yang masuk dalam pipeline telah meningkat menjadi sekitar 1,3 GW sehingga memperlihatkan besarnya minat investasi pada sektor digital.
Faktanya, jaringan kabel fiber optik internasional dari Batam menuju Singapura hingga Bitung yang tersambung langsung ke Amerika Serikat menjadi salah satu faktor pendukung masuknya investasi tersebut.
James menilai kesiapan infrastruktur digital yang dipaparkan pemerintah memberikan sinyal positif bagi investor internasional. Bahkan, ia mengungkapkan Indonesia tengah bersiap menerima aliran modal digital bernilai besar untuk mendukung pengembangan ekosistem AI di dalam negeri.
Dalam konteks tersebut, penguatan pusat data, jaringan digital, serta pengembangan talenta teknologi menjadi fondasi yang terus dipersiapkan pemerintah untuk mendukung pertumbuhan industri berbasis AI.
