Bahasa Kita – Klarifikasi perawat joget di ruang operasi RSU Datu Beru akhirnya disampaikan langsung oleh pelaku setelah videonya viral di media sosial. Perawat bernama Riga Septian Bahri memberikan penjelasan sekaligus permintaan maaf atas tindakannya yang menuai kecaman publik.
Video yang beredar memperlihatkan dirinya berjoget sambil memutar musik di ruang operasi, saat tim dokter sedang melakukan tindakan pembedahan terhadap pasien. Momen tersebut memicu reaksi luas dan menempatkan Riga sebagai sorotan utama.
Menanggapi hal itu, Riga menyatakan bahwa aksi tersebut terjadi secara spontan tanpa perencanaan.
“HSaya Riga Septian Bahri perawat kamar operasi, terkait video viral joget-joget itu spontan dari saya sendiri,” ucapnya dalam video klarifikasi.
Pernyataan ini menjadi titik awal penjelasan atas tindakan yang dinilai tidak pantas tersebut.
Penjelasan Spontanitas dan Tanpa Maksud Tertentu
Dalam klarifikasinya, Riga menegaskan bahwa tidak ada motif khusus di balik aksinya. Ia menyebut tindakan itu tidak terkait dengan kepentingan apa pun di luar dirinya.
Ia juga menepis adanya unsur sindiran atau pesan tersembunyi dalam video tersebut. Menurutnya, aksi tersebut murni terjadi karena keisengan di saat itu.
“Tidak ada maksud politik dan menyindir siapa pun,” lanjut dia.
Dalam konteks tersebut, Riga mencoba menjelaskan bahwa tindakannya tidak memiliki tujuan selain reaksi spontan. Namun pada kenyataannya, respons publik tetap mengarah pada penilaian negatif.
Penyebutan Konteks dan Waktu Kejadian
Yang jadi sorotan, klarifikasi Riga tidak membantah lokasi maupun waktu kejadian. Ia mengakui bahwa peristiwa itu terjadi di ruang operasi saat proses medis berlangsung.
Pengakuan ini memperkuat fakta yang sebelumnya terlihat dalam video. Artinya, tidak ada perbedaan antara rekaman yang beredar dan penjelasan dari pelaku.
Dalam sudut pandang ini, klarifikasi lebih menekankan pada niat dan latar belakang tindakan, bukan pada pembelaan atas peristiwa itu sendiri.
Permintaan Maaf Disampaikan Secara Terbuka
Selain memberikan penjelasan, Riga juga menyampaikan permintaan maaf kepada berbagai pihak. Ia mengakui tindakannya telah menimbulkan ketidaknyamanan.
“Dari hati kecil saya yang paling dalam, saya meminta maaf sebesar-besarnya kepada pihak rumah sakit, kepada masyarakat yang tidak senang melihat video saya,” ucapnya.
Dalam video tersebut, ia tampak merapatkan kedua telapak tangan sebagai simbol permohonan maaf.
Ia juga menekankan bahwa permintaan maaf tersebut disampaikan secara tulus. Pernyataan itu ditujukan kepada institusi tempatnya bekerja dan masyarakat luas yang merasa terganggu.
Janji Tidak Mengulangi Perbuatan
Di bagian akhir klarifikasinya, Riga menyatakan komitmen untuk tidak mengulangi tindakan serupa di masa mendatang. Ia menyadari dampak yang muncul akibat perbuatannya.
Ia menyebut tindakannya telah mencoreng citra lingkungan kerja, khususnya di RSU Datu Beru. Kesadaran ini menjadi bagian dari pernyataan penutup dalam klarifikasinya.
Dalam praktiknya, janji tersebut menjadi bentuk tanggung jawab personal setelah video tersebut tersebar luas. Hal ini juga menjadi respons langsung terhadap reaksi publik yang berkembang.
Sementara itu, pihak rumah sakit telah mengambil langkah terpisah terkait kasus ini. Namun dalam konteks klarifikasi, fokus utama tetap pada pernyataan dan sikap yang disampaikan oleh perawat bersangkutan.
