kebakaran Indomaret Pelalo

Korsleting Listrik Diduga Picu Kebakaran Indomaret Pelalo

Bahasa Kita – Korsleting Indomaret Pelalo diduga menjadi pemicu utama kebakaran yang terjadi pada Selasa dini hari, 31 Maret 2026. Api muncul dari bagian atas bangunan toko dan dengan cepat membesar, menghanguskan sebagian isi gerai yang berada di Desa Pelalo, Kecamatan Sindang Kelingi, Kabupaten Rejang Lebong.

Berdasarkan data yang dihimpun, dugaan korsleting listrik mengarah pada gangguan arus listrik yang tidak stabil di dalam instalasi toko. Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 01.00 WIB dan langsung dilaporkan warga ke Dinas Pemadam Kebakaran.

Apa Itu Korsleting Listrik dalam Kasus Ini?

Secara sederhana, korsleting listrik adalah kondisi ketika arus listrik mengalir tidak pada jalur yang semestinya. Dalam praktiknya, hal ini bisa terjadi akibat kabel rusak, sambungan longgar, atau beban listrik berlebih.

Dalam konteks kebakaran Indomaret Pelalo, dugaan awal mengarah pada instalasi listrik di dalam bangunan. Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Rejang Lebong, Andi Ferdian, menyebut sumber api kemungkinan berasal dari sistem kelistrikan.

Dugaan sementara penyebab kebakaran adalah korsleting listrik,” jelasnya.

Pada sisi lain, keterangan dari kepolisian menyebut adanya kemungkinan korsleting berasal dari perangkat pendingin seperti freezer. Perangkat ini bekerja terus-menerus dan memiliki beban listrik tinggi.

Bagaimana Korsleting Bisa Memicu Api?

Korsleting dapat memicu percikan api ketika dua kabel dengan arus berbeda saling bersentuhan tanpa pengaman. Percikan ini menghasilkan panas yang cukup tinggi untuk membakar material di sekitarnya.

Dalam kasus ini, api pertama kali terlihat dari bagian atap. Hal ini menunjukkan kemungkinan jalur kabel atau instalasi berada di area tersebut. Selain itu, adanya suara ledakan sebelum api muncul memperkuat indikasi gangguan listrik.

Saksi mendengar suara seperti ledakan sebelum melihat asap tebal,” ujar AKP M Hasan Basri.

Di lapangan, kondisi bangunan yang dipenuhi barang mudah terbakar mempercepat penyebaran api. Produk kemasan, plastik, dan peralatan toko menjadi faktor yang memperbesar kobaran.

Faktor Risiko pada Bangunan Usaha

Bangunan usaha seperti toko ritel memiliki banyak perangkat elektronik aktif. Lampu, pendingin, mesin kasir, dan sistem lainnya bekerja hampir tanpa henti.

Dengan kata lain, beban listrik yang tinggi meningkatkan risiko terjadinya korsleting jika tidak diimbangi dengan perawatan instalasi yang baik. Kabel yang aus atau instalasi lama dapat menjadi pemicu utama.

Pada praktiknya, sistem kelistrikan yang tidak diperiksa secara berkala berpotensi menimbulkan titik panas. Titik ini bisa berkembang menjadi api jika bersentuhan dengan bahan mudah terbakar.

Penanganan dan Dugaan Awal Masih Berjalan

Petugas pemadam kebakaran mengerahkan tiga unit mobil untuk mengendalikan api. Proses pemadaman berlangsung lebih dari satu jam hingga situasi dinyatakan aman pada pukul 02.30 WIB.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun, kerugian material ditaksir mencapai sekitar Rp100 juta. Sejumlah barang di dalam toko dilaporkan hangus terbakar.

Hingga kini, pihak terkait masih melakukan penyelidikan untuk memastikan sumber pasti korsleting. Pemeriksaan difokuskan pada instalasi listrik dan perangkat elektronik di dalam bangunan.

Di sisi lain, imbauan kepada masyarakat kembali disampaikan agar lebih waspada terhadap potensi gangguan listrik, terutama pada bangunan dengan aktivitas tinggi dan penggunaan perangkat elektronik secara terus-menerus.