Presiden Prabowo Soal pabrik kendaraan listrik

Prabowo Resmikan Pabrik VKTR, Dorong Kemandirian Industri Kendaraan Listrik

Bahasa Kita – Presiden Prabowo Subianto meresmikan pabrik kendaraan listrik milik PT VKTR Sakti Industri di Magelang, Jawa Tengah, Kamis (9/4/2026), sebagai langkah konkret mendorong kemandirian energi dan industri nasional.

Peresmian pabrik kendaraan listrik ini menjadi penanda penting dalam upaya Indonesia mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil, sekaligus memperkuat kemampuan produksi dalam negeri di sektor transportasi.

Dalam sambutannya, Prabowo menekankan bahwa dunia saat ini menghadapi tantangan besar, terutama dalam sektor energi. Oleh karena itu, Indonesia dituntut untuk mampu berdiri di atas kaki sendiri.

Memang negara butuh. Kita harus tinggalkan energi dari karbon, dari fosil. Kita gunakan hanya untuk yang strategis,” ujar Prabowo.

Peresmian Pabrik sebagai Simbol Arah Baru Energi

Peresmian pabrik kendaraan listrik ini tidak sekadar seremoni industri. Dalam konteks yang lebih luas, langkah ini menunjukkan arah kebijakan pemerintah dalam mendorong transisi energi.

Prabowo menyebut elektrifikasi sebagai salah satu solusi utama untuk menekan penggunaan bahan bakar minyak yang selama ini mendominasi sektor transportasi.

Dengan kata lain, kehadiran pabrik ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk mengubah pola konsumsi energi nasional.

Salah satu langkah adalah akan menggunakan listrik, elektrifikasi,” kata dia.

Di sisi lain, penggunaan kendaraan listrik dinilai mampu memberikan efisiensi sekaligus menekan beban impor energi.

Kapasitas Produksi dan Target TKDN

Yang menjadi sorotan, pabrik kendaraan listrik ini telah mampu memproduksi bus dan truk listrik dengan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) mencapai 40 persen.

Angka tersebut diproyeksikan terus meningkat hingga 80 persen dalam beberapa tahun ke depan, seiring penguatan rantai pasok lokal.

Dalam praktiknya, peningkatan TKDN menjadi indikator penting dalam menilai sejauh mana industri dalam negeri berperan dalam produksi kendaraan listrik.

Tak hanya itu, kemampuan produksi ini juga memperlihatkan bahwa industri nasional mulai bergerak dari sekadar pasar menjadi produsen teknologi.

Peran Industri Swasta dalam Transformasi

Pabrik ini merupakan bagian dari PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk, perusahaan milik keluarga Bakrie yang dipimpin Anindya Bakrie.

Prabowo secara khusus mengapresiasi langkah swasta dalam membangun fasilitas produksi yang berkontribusi langsung terhadap industrialisasi nasional.

Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta menjadi kunci dalam mempercepat transformasi industri.

Inisiatif yang dilaksanakan oleh VKTR Industri ini adalah bersejarah,” tegasnya.

Hal ini menunjukkan bahwa peran swasta tidak hanya sebagai pelaku ekonomi, tetapi juga sebagai penggerak inovasi di sektor strategis.

Ambisi Menjadi Produsen Nasional Unggulan

Di balik peresmian pabrik kendaraan listrik ini, terdapat harapan agar Indonesia mampu melahirkan produsen otomotif nasional yang kompetitif.

Prabowo menyampaikan optimismenya bahwa VKTR dapat berkembang menjadi salah satu pemain utama di industri kendaraan listrik.

Ia membandingkan potensi tersebut dengan keberhasilan produsen otomotif dari negara maju yang kini mendominasi pasar global.

Saya berharap beberapa tahun lagi kita akan melihat VKTR sebagai salah satu champion dari Indonesia,” ujar Prabowo.

Pernyataan ini menegaskan bahwa peresmian pabrik bukan hanya tentang produksi, tetapi juga tentang membangun posisi Indonesia dalam peta industri global.