Ilustrasi vape. Penelitian terbarumenurut penelitian terbaru. Temuan menunjukkan vape memengaruhi efek biologis

Vape rasa buah dikaitkan dengan perubahan ribuan gen berdasarkan penelitian terbaru yang menemukan bahwa varian berperisa seperti mangga dan semangka memiliki dampak biologis lebih besar dibandingkan rasa lainnya.

Penelitian terbaru mengungkap temuan baru terkait rokok elektronik berperisa. Studi yang dimuat dalam jurnal Frontiers in Oncology menunjukkan bahwa pengguna vape mengalami perubahan aktivitas pada ribuan gen dibandingkan orang yang tidak merokok maupun tidak menggunakan vape.

Yang menarik, perubahan terbesar justru ditemukan pada pengguna vape rasa buah. Varian seperti mangga dan semangka tercatat berkaitan dengan perubahan genetik lebih banyak dibandingkan rasa lainnya.

Temuan tersebut berasal dari penelitian yang dilakukan tim Keck School of Medicine, University of Southern California, Amerika Serikat.

Peneliti Temukan Perubahan pada Ribuan Gen Pengguna Vape

Penelitian melibatkan 83 partisipan yang terdiri dari 35 pengguna vape, 24 perokok, dan 24 orang yang tidak menggunakan keduanya.

Para peneliti mengambil sampel sel dari bagian dalam pipi peserta. Selanjutnya, mereka menggunakan teknik RNA sequencing untuk menganalisis aktivitas ribuan gen secara bersamaan.

Berdasarkan data yang diperoleh, pengguna vape menunjukkan perubahan aktivitas pada 3.124 gen dibandingkan kelompok yang tidak merokok maupun tidak menggunakan vape.

Menurut penulis senior penelitian, Prof Ahmad Besaratinia, masih terdapat pertanyaan penting mengenai penyebab utama perubahan tersebut.

Satu pertanyaan besar masih tersisa, yaitu apa yang sebenarnya mendorong perubahan ini?,” kata Besaratinia.

Apakah karena aktivitas vaping itu sendiri, intensitas dan durasi penggunaan, karakteristik produk yang digunakan, atau kombinasi dari semuanya?,” lanjutnya.

Vape Rasa Buah Menunjukkan Perubahan Gen Lebih Besar

Peneliti menemukan sekitar 67 persen perubahan aktivitas gen lebih dipengaruhi oleh rasa vape dan jenis perangkat yang digunakan.

Secara faktual, vape rasa buah berkaitan dengan 31 persen perubahan gen yang ditemukan dalam studi tersebut.

Sementara itu, penggunaan beberapa rasa sekaligus berhubungan dengan 64,3 persen perubahan aktivitas gen.

Sebagai perbandingan, rasa manis hanya berkaitan dengan 2,9 persen perubahan gen. Di sisi lain, rasa mint atau mentol tercatat terkait dengan 0,9 persen perubahan gen.

Implikasinya adalah setiap rasa memiliki karakteristik unik yang menghasilkan efek biologis berbeda,” ujar Besaratinia.

Menurutnya, temuan tersebut dapat menjadi perhatian regulator dalam mengevaluasi risiko kesehatan setiap produk rokok elektronik berperisa.

Perubahan Gen Dikaitkan dengan Sejumlah Penyakit

Para peneliti menegaskan bahwa studi tersebut tidak membuktikan vape secara langsung menyebabkan penyakit tertentu.

Meski begitu, perubahan aktivitas gen yang ditemukan memiliki hubungan dengan sejumlah jalur biologis yang sebelumnya diketahui berkaitan dengan berbagai penyakit.

Yang jadi sorotan, perubahan gen pada pengguna vape paling banyak dikaitkan dengan kanker.

Selain itu, peneliti juga menemukan keterkaitan dengan gangguan endokrin, penyakit saluran pencernaan, serta penyakit neurologis.

Jenis Perangkat Vape Juga Berpengaruh

Selain rasa, jenis perangkat yang digunakan turut memengaruhi perubahan regulasi gen.

Dalam praktiknya, perangkat isi ulang atau mods menunjukkan perubahan gen yang lebih kuat dibandingkan jenis perangkat lainnya.

Perbedaan produk ini menjelaskan variasi regulasi gen lebih besar daripada seberapa banyak atau seberapa sering seseorang menggunakan vape,” kata Besaratinia.

Meski demikian, para peneliti menegaskan bahwa vape masih dianggap memiliki risiko lebih rendah dibandingkan rokok konvensional.

Namun, mereka juga mengingatkan bahwa rokok elektronik bukan produk tanpa risiko. Bahkan, Layanan Kesehatan Nasional Inggris (NHS) menyarankan orang yang tidak pernah merokok agar tidak mulai menggunakan vape.

Saat ini, tim peneliti masih melanjutkan studi untuk mengidentifikasi senyawa kimia tertentu dalam cairan vape yang kemungkinan berperan dalam perubahan aktivitas gen tersebut.