Green Service Polres Bekasi, Bayar SIM dan SKCK Pakai SampahGreen Service Polres Bekasi, Bayar SIM dan SKCK Pakai Sampah

Bahasa Kita – Polres Metro Bekasi meluncurkan program Green Service yang memungkinkan masyarakat membayar sebagian biaya pembuatan maupun perpanjangan Surat Izin Mengemudi (SIM) dan pengurusan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) menggunakan hasil tabungan sampah anorganik.

Program layanan ramah lingkungan ini resmi diperkenalkan Kapolres Metro Bekasi Komisaris Besar Polisi Sumarni bersama jajaran kepolisian serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kabupaten Bekasi.

Melalui skema tersebut, sampah yang memiliki nilai ekonomis dapat dikumpulkan dan ditukar menjadi saldo tabungan yang nantinya digunakan untuk membantu membayar biaya layanan publik yang dikenakan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

Inovasi ini sekaligus menjadi upaya kepolisian dalam mendorong pengelolaan sampah yang lebih baik di tengah tingginya volume sampah yang dihasilkan masyarakat setiap hari.

Green Service Ubah Sampah Menjadi Tabungan Layanan Publik

Kapolres Metro Bekasi Sumarni menjelaskan bahwa program Green Service tidak hanya berlaku untuk layanan SIM, tetapi juga berbagai layanan lain yang memerlukan pembayaran PNBP, termasuk SKCK.

Bayar pakai sampah. Bukan hanya SIM, jadi seluruh layanan publik di Polres Metro Bekasi yang ada PNBP-nya, seperti SKCK juga,” kata Sumarni.

Dalam praktiknya, masyarakat yang mengikuti program ini akan memperoleh buku tabungan khusus.

Nilai tabungan berasal dari hasil penimbangan sampah yang disetorkan ke lokasi pengumpulan yang telah ditentukan.

Selanjutnya, hasil penjualan sampah tersebut dicatat sebagai saldo yang dapat digunakan saat mengurus layanan kepolisian.

Launching Green Servis Polres Metro Bekasi
Kapolres Metro Bekasi Kombes Pol. Sumarni meluncurkan Green Service, inovasi layanan pembuatan dan perpanjangan SIM melalui pemilahan sampah

Yang menarik, konsep ini menggabungkan pelayanan publik dengan gerakan pengurangan sampah dari tingkat rumah tangga.

Harga Sampah Ditentukan Berdasarkan Jenis Material

Program Green Service memfokuskan pengumpulan pada sampah anorganik yang memiliki nilai jual.

Botol plastik dibeli dengan harga Rp3.000 per kilogram. Sementara itu, tutup botol air mineral memiliki nilai lebih tinggi, yakni Rp5.000 per kilogram.

Masyarakat dapat mengumpulkan sampah secara bertahap hingga saldo tabungan mencukupi kebutuhan layanan yang akan digunakan.

Tak hanya itu, penyetoran sampah tidak hanya dilakukan di Mapolres Metro Bekasi.

Polres juga membuka akses melalui seluruh kantor polisi sektor serta jaringan 482 bank sampah yang tersebar di Kabupaten Bekasi.

Dengan kata lain, masyarakat memiliki banyak pilihan lokasi untuk berpartisipasi dalam program tersebut.

Polres Gandeng Yayasan untuk Kelola Sampah

Selain mengelola sampah anorganik, Polres Metro Bekasi juga menggandeng Yayasan Wangda Cendikia dalam pengolahan sampah organik.

Kerja sama itu bertujuan mengubah sampah organik menjadi pupuk kompos maupun produk lain yang memiliki nilai ekonomi.

Menurut Sumarni, langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen kepolisian untuk mendukung konservasi lingkungan.

Di sisi lain, program ini juga diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat terkait pentingnya pemilahan sampah sejak dari rumah.

“Sampah bisa jadi uang, sampah bisa jadi mempermudah layanan publik ya, khususnya yang tadi kita launching Green Service untuk layanan di Polres Metro Bekasi,” ujarnya.

Persoalan Sampah Kabupaten Bekasi Jadi Latar Belakang Program

Ade Sukron Hanas
Ketua DPRD Kabupaten Bekasi Ade Sukron Hanas

Ketua DPRD Kabupaten Bekasi Ade Sukron Hanas menilai Green Service sebagai inovasi yang layak mendapat dukungan.

Menurut dia, persoalan sampah masih menjadi tantangan besar di wilayah Kabupaten Bekasi.

Berdasarkan data yang disampaikan, Kabupaten Bekasi menghasilkan sekitar 2.250 ton sampah setiap hari.

Karena itu, proses pemilahan sampah dari tingkat masyarakat menjadi langkah penting untuk mengurangi beban tempat pembuangan akhir.

Selain membantu lingkungan, masyarakat juga memperoleh manfaat ekonomi dari sampah yang sebelumnya tidak bernilai.

Salah satu warga, Joko, mengaku memanfaatkan program tersebut dengan membawa lima kilogram tutup botol plastik ke bank sampah Polres Metro Bekasi.

Hasil penjualan sampah itu mencapai Rp25.000 dan digunakan sebagai tambahan biaya pengurusan SIM.

Secara faktual, Green Service menjadi pendekatan baru yang menghubungkan pengelolaan sampah dengan kemudahan akses layanan publik sekaligus mendorong partisipasi masyarakat dalam menjaga lingkungan.