Tim gabungan BPBD Nunukan, Polres Nunukan, Brimob dan UPTD KPH Wilayah Nunukan, Kaltara, padamkan kebakaran lahan

Petugas Berjibaku 10 Jam, Kebakaran Lahan di Nunukan Hanguskan 9 Hektare

Bahasa Kita – Tim gabungan Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Nunukan bersama aparat kepolisian dan petugas kehutanan berjibaku memadamkan kebakaran lahan di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara.

Kebakaran terjadi di dua lokasi berbeda pada Minggu sore, 10 Mei 2026, dengan total lahan terbakar mencapai sekitar 9 hektare.

Titik kebakaran terbesar berada di Jalan Anastasia Wijaya, Sedadap RT 03, Kelurahan Mansapa, Kecamatan Nunukan Selatan.

Di lokasi tersebut, sekitar 8 hektare lahan masyarakat hangus terbakar.

Sementara itu, satu hektare lahan lainnya terbakar di kawasan belakang Lapas Nunukan, Kelurahan Tanjung Harapan.

Kepala Sub Bidang Penyelamatan BPBD Nunukan, Hasanuddin, mengatakan laporan kebakaran pertama diterima sekitar pukul 13.00 Wita.

Lama kebakaran sekitar 10 jam, tim gabungan masih bertahan di lokasi hingga pukul 22.00 Wita untuk memantau perkembangan api yang sepenuhnya belum padam,” ujar Hasanuddin.

Tim Gabungan Kesulitan Padamkan Kebakaran Lahan Nunukan

Dalam praktiknya, proses pemadaman berlangsung sulit karena kebakaran terjadi di dua titik secara bersamaan.

Baca Juga :  KPK Bantah Intimidasi dan Pelanggaran Saat Geledah Rumah Ono

Tak hanya itu, area terbakar berada di kawasan perbukitan dengan vegetasi kering yang membuat api cepat menjalar.

Tim gabungan yang terlibat dalam pemadaman terdiri dari BPBD Nunukan, Polres Nunukan, Brimob, UPTD Kesatuan Pengelolaan Hutan Wilayah Nunukan, serta warga sekitar.

Petugas terus melakukan upaya pemadaman hingga malam hari untuk mencegah api meluas ke area lain.

Yang jadi sorotan, minimnya sumber air di lokasi kebakaran menjadi tantangan serius bagi petugas di lapangan.

Hasanuddin
Kepala Sub Bidang Penyelamatan BPBD Nunukan, Hasanuddin

Di lokasi kebakaran sangat minim air, hal itu menjadi tantangan serius bagi tim gabungan dalam memadamkan api di lahan cukup luas,” ucap Hasanuddin.

Untuk mempercepat penanganan, BPBD Nunukan mengerahkan sejumlah peralatan pemadam.

Peralatan itu meliputi mobil tangki Damkarhutla, kendaraan slip on, pompa apung, pompa gendong, hingga sepeda motor untuk menjangkau medan sulit.

Kebakaran di Belakang Lapas Nunukan Berhasil Dipadamkan

Sementara itu, kebakaran di kawasan belakang Lapas Nunukan berhasil dipadamkan lebih cepat.

Baca Juga :  Biaya Field Trip Pesawat SD Salatiga Rp3 Juta, Disiapkan Sejak Kelas 1

Api di lokasi tersebut dilaporkan berhasil dikendalikan sekitar pukul 17.30 Wita.

Meski begitu, petugas tetap melakukan pemantauan untuk memastikan tidak ada bara api yang kembali memicu kebakaran baru.

Dalam konteks tersebut, BPBD Nunukan juga mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar.

Menurut Hasanuddin, kondisi cuaca panas dan vegetasi kering saat ini sangat rentan memicu kebakaran lahan lebih luas.

BPBD Nunukan Imbau Warga Tidak Membakar Lahan

BPBD Nunukan meminta masyarakat lebih waspada terhadap potensi kebakaran selama cuaca panas berlangsung.

Warga terutama diminta menghindari pembukaan kebun menggunakan api karena berisiko memicu kebakaran yang sulit dikendalikan.

Mohon masyarakat pemilik lahan di Nunukan tidak membuka kebun dengan membakar, cuaca saat ini sangat berpotensi memicu kebakaran,” kata Hasanuddin.

Sampai saat ini, petugas gabungan masih melakukan pemantauan di sejumlah titik rawan untuk mengantisipasi munculnya kebakaran susulan di wilayah Nunukan Selatan.